Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) pada Sabtu (20/6) menegaskan bahwa Selat Hormuz tetap terbuka untuk pelayaran.

Lalu lintas kapal komersial melalui jalur perairan strategis itu terus menunjukkan peningkatan.

in1

>>> Trump Kritik PM Italia Meloni di Tengah Ketegangan AS-Italia

Dalam pernyataan resminya, CENTCOM menyebutkan sebanyak 55 kapal dagang telah melintas pada hari itu.

Kapal-kapal tersebut mengangkut kargo dalam jumlah besar dan lebih dari 17 juta barel minyak ke pasar global.

"Pelayaran yang aman melalui jalur perairan internasional tersebut tetap terjaga hingga hari ini," demikian bunyi pernyataan CENTCOM.

Pasukan AS disebut tetap hadir dan waspada untuk memastikan seluruh aspek kesepakatan dengan Iran ditaati.

Wakil Presiden AS JD Vance menyampaikan kepada Fox News pada hari yang sama bahwa AS tidak melihat bukti Iran masih berupaya menutup Selat Hormuz.

>>> Wamendagri Ribka: Hilirisasi Kakao Bukti Nyata Keberhasilan Dana Otsus Papua

Pernyataan itu merespons pengumuman dari pihak Iran sebelumnya.

Klaim Iran tentang Penutupan Selat

Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, komando militer utama Iran, pada Sabtu mengumumkan penutupan Selat Hormuz.

Langkah itu disebut sebagai respons atas pelanggaran AS terhadap nota kesepahaman (MoU) perdamaian yang baru ditandatangani.

Iran juga menuding adanya pelanggaran gencatan senjata oleh Israel di Lebanon selatan. Pengumuman tersebut dilaporkan oleh kantor berita semiresmi Iran, Mehr.

>>> Malut United dan Adhyaksa FC Diisukan Ganti Nama, I.League Ingatkan Ancaman Pengurangan Poin

Pernyataan CENTCOM menegaskan bahwa jalur perairan internasional itu tetap aman dan terbuka. Kehadiran militer AS disebut untuk memastikan kepatuhan terhadap kesepakatan yang berlaku.