Penyelenggara Jakarta Fair Kemayoran (JFK) 2026 melaporkan jumlah pengunjung telah melampaui 1,5 juta orang pada pekan pertama penyelenggaraan.

Rata-rata kunjungan harian mencapai hampir 200 ribu orang. Ajang ini merupakan bagian dari perayaan HUT ke-499 Kota Jakarta.

in1

>>> I.League Hapus Regulasi Wajib Pemain U-23 di Super League

Indikator Ekonomi yang Stabil

Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Uus Kuswanto, menyatakan bahwa kondisi Jakarta Fair mencerminkan pergerakan ekonomi nasional yang baik.

Menurutnya, Jakarta Fair menjadi indikator nyata bahwa ekonomi DKI berada dalam keadaan stabil.

Sejak pertama kali digelar pada 1968, Jakarta Fair telah menjadi ruang penting bagi pelaku usaha untuk memasarkan produk dan menjaga optimisme ekonomi.

Ajang ini hanya sempat ditiadakan pada 2020 akibat pandemi COVID-19.

Uus menambahkan, Jakarta Fair tidak hanya menjadi ruang promosi dan hiburan, tetapi juga mendorong aktivitas ekonomi serta memperkuat daya saing produk nasional.

>>> Google Pajang Doodle Dangdut Rayakan Hari Musik Sedunia

Semangat kolaborasi dalam penyelenggaraan Jakarta Fair dan HUT ke-499 Jakarta menjadi modal penting menyongsong usia lima abad Jakarta pada 2027.

Hal ini diharapkan memperkuat langkah Jakarta sebagai kota global yang maju dan membahagiakan warganya.

Target Transaksi Rp8 Triliun

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan nilai transaksi selama Jakarta Fair 2026 mencapai lebih dari Rp8 triliun.

Target ini lebih tinggi dibanding capaian tahun lalu yang mencatat transaksi Rp7,3 triliun dengan jumlah pengunjung 5,9 juta orang.

>>> Pakar IPB Ungkap Penyebab Populasi Kunang-Kunang Menyusut Drastis

Pramono juga berharap jumlah pengunjung tahun ini dapat menembus enam juta orang.