Unit Pengelola Kawasan Perkampungan Budaya Betawi (UPK PBB) Setu Babakan menggelar Gebyar Seni Budaya Setu Babakan 2026 dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta.

Acara berlangsung pada Sabtu mulai pukul 09.00 hingga 22.00 WIB.

in1

>>> Kanada Kehilangan Ismael Kone akibat Cedera Patah Kaki

Kepala UPK PBB Setu Babakan, Debby Novita Andriani, mengatakan kegiatan ini menjadi ruang perayaan budaya yang menghadirkan beragam kesenian tradisional Betawi, bazar kuliner, hingga pertunjukan kolaboratif.

Sepanjang acara, pengunjung disuguhkan pertunjukan khas Betawi seperti Ondel-ondel Dinamis, Tanjidor, Musik Gambang Kromong, Tari Betawi, dan Sahibul Hikayat.

Selain pertunjukan seni, terdapat 40 tenant bazar kuliner yang menawarkan makanan dan minuman khas Betawi serta kuliner nusantara.

Debby berharap bazar ini dapat mendukung pelaku UMKM sekaligus memperkenalkan kekayaan cita rasa Betawi kepada masyarakat luas.

Puncak acara ditutup dengan pertunjukan komedi Betawi bertajuk "Tempoh Ayunan" yang menghadirkan seniman ternama seperti H. Mandra, Opick Kumis, dan Mpo Munaroh.

Pertunjukan ini mengusung unsur komedi khas Betawi yang sarat kritik sosial dan kearifan lokal, serta dikemas dalam kolaborasi lintas kesenian tradisional.

>>> Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan PDIP Dicurigai

Melalui "Tempoh Ayunan", penonton diajak menyaksikan perpaduan seni teater Betawi dengan Rebana Biang, Gamelan Ajeng, Uncul, Kesenian Topeng Betawi, dan Silat Betawi.

Sebagian besar kesenian yang ditampilkan telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

Kolaborasi ini menjadi bentuk nyata revitalisasi seni tradisi yang memiliki nilai sejarah tinggi dalam perkembangan budaya Betawi.

Pengelola Kawasan Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen menjaga keberlangsungan warisan budaya Betawi di tengah perkembangan zaman.

Debby menambahkan, Gebyar Seni Budaya Setu Babakan bukan sekadar perayaan ulang tahun Jakarta, tetapi juga momentum memperkuat identitas budaya Betawi sebagai budaya asli Jakarta.

Menurutnya, kegiatan seperti ini penting untuk terus diselenggarakan sebagai ruang pelestarian, regenerasi, edukasi, dan apresiasi bagi pelaku seni serta masyarakat luas.

>>> KORMI DKI Jakarta Perkuat Kolaborasi dengan Pemerintah Menuju FORNAS 2027

Melalui acara ini, diharapkan tercipta ruang pertemuan antara tradisi dan generasi masa kini, sehingga budaya Betawi terus hidup, berkembang, dan relevan di tengah masyarakat modern.