Mahasiswa di berbagai wilayah Indonesia kembali menggelar demonstrasi. Aksi ini menyuarakan tuntutan perbaikan ekonomi dan kebijakan pemerintah yang dinilai tidak berpihak pada rakyat.

Sejumlah tuntutan disuarakan, antara lain penghentian pemborosan anggaran negara, penurunan harga kebutuhan pokok dan BBM, penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG), pembangunan Koperasi Desa Merah Putih, serta praktik militerisme di ruang sipil.

in1

>>> KORMI DKI Jakarta Perkuat Kolaborasi dengan Pemerintah Menuju FORNAS 2027

Mahasiswa juga menyoroti kekhawatiran penggunaan aparat negara untuk meredam suara kritis.

Tudingan PDIP Jadi Dalang

Di tengah aksi, muncul tudingan bahwa Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menjadi dalang di balik demo mahasiswa.

Kecurigaan ini dipicu beberapa hal, seperti keberadaan tokoh senior PDIP Andi Widjajanto di lokasi demo di Bundaran HI, Jakarta, Jumat (12/6).

Selain itu, mantan Ketua BEM Universitas Gadjah Mada (UGM) Tiyo Ardianto disebut terafiliasi dengan tim pemenangan Ganjar Pranowo.

Tudingan ini dilayangkan Aliansi BEM Bersatu yang juga menduga kehadiran Andi Widjajanto di demo.

Juru Bicara BEM Bersatu, Ramhat Djimbula, menyebut Tiyo Ardianto memiliki kedekatan dengan jaringan politik tertentu.

Ia juga mengungkapkan bahwa mobil Fortuner yang digunakan Tiyo diduga terdaftar atas nama Siti Nuraeni, adik Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso, yang merupakan besan Jenderal TNI (Purn) Andhika Perkasa, tokoh tim pemenangan Ganjar Pranowo.

Bantahan PDIP

PDIP membantah tegas tuduhan tersebut. Politikus PDIP Mohamad Guntur Romli menegaskan partainya tidak memiliki kaitan dengan gerakan mahasiswa.

Ia menilai tuduhan itu sebagai upaya merendahkan gerakan independen mahasiswa.

Ketua DPP PDIP Said Abdullah juga menyatakan tidak ada keterlibatan institusi, kader, maupun anggota partai.