Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance mengatakan pihaknya tidak melihat bukti bahwa Iran masih menutup Selat Hormuz.

"Kami tidak melihat bukti apa pun bahwa Iran masih menutup Selat Hormuz.

in1

>>> Amanah Aceh Libatkan Warga Kembangkan Melon Golden Alisha

Namun, akan membutuhkan waktu untuk membersihkan ranjau-ranjau itu," kata Vance kepada Fox News pada Sabtu (20/6).

Vance juga meyakini kesepakatan gencatan senjata antara AS dan Iran akan bertahan. "Saya sangat yakin kita dapat mempertahankan gencatan senjata," ujarnya.

Sebelumnya, lalu lintas kapal komersial di Selat Hormuz mencapai level tertinggi sejak awal Juni.

Sebanyak 25 kapal melintasi jalur strategis itu pada Kamis setelah nota kesepahaman perdamaian antara AS dan Iran mulai berlaku.

>>> Arsenal Juara Liga Inggris Setelah 22 Tahun, City Imbang

Iran dan AS mencapai kesepakatan 14 poin pada 14 Juni melalui perundingan yang dimediasi Pakistan.

Dokumen yang dikenal sebagai Memorandum Islamabad itu mulai berlaku pada 18 Juni setelah ditandatangani secara digital oleh Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden AS Donald Trump.

Kesepakatan tersebut mencakup penghentian perang, termasuk di Lebanon, pembukaan kembali Selat Hormuz, serta pencabutan blokade maritim AS terhadap Iran.

>>> Wamen ATR/BPN: Memuliakan sungai berarti memuliakan negara

Selat Hormuz menjadi perhatian pelaku pasar setelah lalu lintas komersial di jalur tersebut melambat tajam sejak dimulainya serangan AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari.