Timnas Belgia harus puas berbagi angka setelah ditahan imbang tanpa gol oleh Iran pada laga kedua Grup G Piala Dunia 2026 yang digelar di SoFi Stadium, Los Angeles. Pertandingan ini menjadi panggung utama bagi penampilan gemilang kiper Iran, :contentReference[oaicite:0]{index=0}, yang tampil disiplin dan sulit ditembus sepanjang laga.

Sejak awal pertandingan, :contentReference[oaicite:1]{index=1} tampil dominan dengan penguasaan bola dan tekanan bertubi-tubi ke lini pertahanan Iran. Namun, rapatnya organisasi permainan serta ketenangan Beiranvand di bawah mistar membuat berbagai peluang emas Belgia gagal berbuah gol.

in1

>>> Apa Pekerjaan Luca Spiteri? Sosok Suami Lina Mukherjee yang Baru Menikah di Itali

Beiranvand jadi tembok kokoh Iran

Kiper berusia 33 tahun itu mencatat setidaknya tujuh penyelamatan penting yang menjaga gawang :contentReference[oaicite:2]{index=2} tetap aman dari kebobolan. Beberapa penyelamatan krusial terjadi pada momen-momen ketika Belgia meningkatkan intensitas serangan di babak pertama.

Tekanan tinggi yang diberikan Belgia membuat lini belakang Iran bekerja ekstra keras. Meski begitu, Beiranvand tampil konsisten dalam membaca arah bola dan mengantisipasi tembakan jarak dekat maupun peluang dari skema bola mati.

Dua laga, 13 penyelamatan

Performa solid ini bukan yang pertama ditunjukkan Beiranvand di turnamen kali ini. Pada laga pembuka melawan Selandia Baru, ia juga tampil impresif dengan enam penyelamatan penting saat Iran bermain imbang 2-2.

Dengan tambahan tujuh penyelamatan dari laga melawan Belgia, total sudah 13 penyelamatan ia catatkan dalam dua pertandingan awal. Catatan tersebut sekaligus mengantarkan Iran meraih clean sheet pertamanya di turnamen ini.

Tekanan Belgia gagal berbuah hasil

Meski lebih dominan, Belgia tetap kesulitan menembus pertahanan Iran yang tampil disiplin. Beberapa peluang mereka terbuang sia-sia akibat penyelesaian akhir yang kurang efektif serta aksi gemilang Beiranvand di bawah mistar.

Dalam situasi tertentu, Belgia juga sempat kehilangan momentum setelah harus bermain lebih bertahan di fase akhir pertandingan. Iran mencoba memanfaatkan kondisi tersebut untuk melakukan serangan balik, namun skor tetap bertahan hingga peluit panjang berbunyi.

Beiranvand tetap puas dengan hasil imbang

Usai pertandingan, Beiranvand menilai hasil imbang melawan salah satu tim unggulan dunia sebagai pencapaian penting bagi Iran. Ia mengakui tekanan besar yang diberikan Belgia, terutama pada babak pertama yang berlangsung intens.

Ia juga menyoroti perubahan tempo permainan setelah Belgia mengalami penurunan intensitas di beberapa momen. Meski demikian, Iran tetap harus bekerja keras menghadapi organisasi permainan lawan hingga akhir laga.