Keir Starmer secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Perdana Menteri Inggris pada Senin, 22 Juni 2026.

Dalam pidato emosional di tangga Downing Street, ia tak kuasa menahan air mata saat menyebut istri dan anak-anaknya.

in1

>>> Toby-Alexander Smith Bicara Depresi Pascapersalinan yang Dialaminya

Keputusan ini diambil setelah tekanan bertubi-tubi dari partainya sendiri akibat peringkat jajak pendapat yang buruk dan serangkaian kesalahan politik.

Starmer sebelumnya berjanji akan bertahan, tetapi otoritasnya runtuh setelah sejumlah menteri kabinet mengundurkan diri.

Pemicu terakhir adalah kembalinya Andy Burnham ke Parlemen setelah memenangkan pemilu sela Makerfield. Burnham, yang sebelumnya menjabat Wali Kota Manchester Raya, kini menjadi favorit untuk menggantikan Starmer.

Pidato Perpisahan yang Mengharukan

Dalam pidatonya, Starmer mengatakan bahwa partainya bertanya apakah ia adalah orang yang tepat untuk memimpin mereka menghadapi pemilihan umum.

'Saya telah mendengar jawaban dari partai saya di Parlemen. Saya menerima jawaban itu dengan lapang dada,' ujarnya.

Ia menegaskan bahwa setiap keputusan yang diambilnya demi mendahulukan partai yang ia cintai. 'Karena itulah saya akan mundur sebagai pemimpin Partai Buruh,' tambahnya.

Starmer juga menyampaikan bahwa setelah meninggalkan 'pekerjaan terbesar di negara ini', ia akan lebih banyak meluangkan waktu untuk 'pekerjaan yang paling penting', yaitu menjadi suami dan ayah yang baik.

Kepemimpinan yang Penuh Kontroversi

Starmer menjabat sebagai Perdana Menteri pada Juli 2024 setelah memenangkan kemenangan gemilang bagi Partai Buruh. Namun, dalam waktu kurang dari dua tahun, popularitasnya merosot tajam.

>>> Keir Starmer Resigns as UK Prime Minister, New Leader by September

Keputusan kontroversial seperti penghapusan pembayaran bahan bakar musim dingin untuk pensiunan yang tidak menerima tunjangan menjadi pukulan awal.