Bagi kebanyakan orang, keju adalah pelengkap makanan. Namun bagi Jen Billock, keju bisa menjadi alat untuk membaca masa depan.

Wanita asal Chicago itu dijuluki 'Penyihir Keju' karena mengaku dapat meramal nasib seseorang lewat pola dan tekstur pada sepotong keju.

in1

>>> Usut Sungai Ciujung Hitam dan Bau, DLHK Banten Fokus pada 3 Aspek

Billock mulai menekuni praktik yang dikenal sebagai tyromancy saat pandemi Covid-19, ketika pekerjaannya sebagai penulis terhenti.

"Saya mencari cara-cara aneh meramal lewat makanan, lalu menemukan keju. Dari situlah semuanya dimulai," ujarnya, seperti dikutip dari New York Post.

Sebelumnya, Billock sudah lama mempelajari tarot.

Ia kemudian mengadaptasi teknik membaca simbol dalam tarot ke praktik tyromancy, tradisi kuno yang telah dikenal sejak abad ke-2.

Menurut Billock, membaca keju mirip dengan membaca ampas kopi atau daun teh.

Ia mengamati bentuk, lubang, dan tekstur yang muncul, lalu menafsirkannya menjadi pesan tentang cinta, karier, kesehatan, hingga kehidupan pribadi.

"Saya fokus pada kejunya, lalu pesan-pesan itu mulai muncul. Saya hanya menyampaikan apa yang saya dengar," katanya.

Dalam satu sesi, klien biasanya diminta memilih empat potong keju.

>>> BI Targetkan 200 Pesantren Miliki Usaha Air Minum Kemasan Lewat Program Air Berkah Indonesia

Tiga potong pertama mewakili masa lalu, masa kini, dan masa depan, sementara potongan terakhir digunakan untuk menjawab pertanyaan tertentu.

Ia percaya pemilihan keju memiliki hubungan dengan orang yang membawanya. "Keju hanyalah kendaraan.

Ia menjadi penghubung antara saya dan orang yang sedang saya baca," jelas Billock.

Tak hanya keju, ia mengaku bisa membaca berbagai makanan dan minuman lain, mulai dari croissant, salad, hingga semangkuk kari.

Menurutnya, makanan memiliki hubungan emosional yang kuat dengan manusia sehingga bisa menjadi media yang tepat untuk refleksi dan interpretasi.

Meski kerap menghadapi skeptisisme hingga dihujat 'gimmick', Billock menanggapinya dengan santai. "Hal terburuk yang mungkin terjadi adalah Anda belajar sesuatu, lalu makan kejunya.

Jadi sebenarnya tidak ada ruginya," katanya.

>>> Harga Emas Melemah, Prospek Investasi Jangka Panjang Dinilai Masih Menarik

Meski sering membaca keju milik orang lain, Billock justru tidak pernah meramal dirinya sendiri. Ia memilih menikmati keju tanpa perlu mengetahui pesan apa yang mungkin tersembunyi di dalamnya.