Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Banten bergerak cepat menindaklanjuti laporan pencemaran berat di Sungai Ciujung, Kabupaten Serang.

Aliran sungai yang menjadi sumber kehidupan warga itu dilaporkan kembali berubah warna menjadi hitam pekat dan mengeluarkan aroma menyengat.

in1

>>> BI Targetkan 200 Pesantren Miliki Usaha Air Minum Kemasan Lewat Program Air Berkah Indonesia

Untuk mengusut tuntas penyebab pencemaran, DLHK Banten menyiapkan strategi investigasi terstruktur dengan tiga fokus utama.

Tiga Fokus Investigasi DLHK Banten

Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas DLHK Banten, Wawan Wahyudi, mengatakan penanganan Sungai Ciujung tidak bisa dilakukan secara parsial karena masalahnya bersifat kumulatif.

Fokus pertama adalah analisis kualitas air, yaitu mengkaji ulang sampel air dari tahun 2024 dan 2025 untuk mengukur kadar BOD dan COD.

Hasil sementara menunjukkan parameter COD dan BOD sangat tinggi dan berpotensi melebihi baku mutu.

>>> Harga Emas Melemah, Prospek Investasi Jangka Panjang Dinilai Masih Menarik

Fokus kedua adalah identifikasi sumber kumulatif, dengan memetakan kontribusi limbah dari aktivitas domestik dan sektor industri di bantaran sungai.

Fokus ketiga adalah pemeriksaan debit air dan sedimentasi, untuk meneliti volume serta pergerakan air Sungai Ciujung.

DLHK menduga kondisi air yang statis menghilangkan efek pembilasan alami, sehingga limbah mengendap dan menyebabkan sedimentasi parah.

>>> Maryland Tawarkan Mancing Gratis untuk Berantas Lele Biru Invasif

Wawan juga mendorong masyarakat yang terdampak untuk segera melayangkan aduan resmi, karena informasi dari pelapor sangat penting sebagai landasan penanganan administratif.