Aliran Sungai Ciujung di Kabupaten Serang, Provinsi Banten diduga mengalami pencemaran. Warna air sungai itu hitam pekat dan mengeluarkan bau menyengat.

Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Banten merespons keluhan masyarakat dengan melakukan investigasi. Tiga aspek utama menjadi fokus penanganan untuk mengusut sumber pencemaran.

in1

>>> Suara Bergetar, PM Inggris Keir Starmer Umumkan Pengunduran Diri

Tiga Fokus Investigasi DLHK Banten

Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas DLHK Banten, Wawan Wahyudi, mengatakan pihaknya tengah mematangkan analisis awal. Tim dijadwalkan turun langsung ke lokasi pada pekan depan.

"Kasus di sungai ini sifatnya sudah kumulatif.

Oleh karena itu, sebelum turun ke lapangan, kami sedang mendalami tiga fokus investigasi untuk memastikan akar persoalannya," ujarnya di Serang, Senin (22/6).

Pertama, analisis kualitas air meliputi parameter BOD dan COD. DLHK mengkaji ulang rekam jejak sampel air dari tahun 2024 dan 2025.

>>> BPIP Umumkan 76 Calon Paskibraka dari 38 Provinsi untuk HUT ke-81 RI

Hasil sementara menunjukkan kadar COD dan BOD sangat tinggi dan berpotensi melebihi baku mutu.

Kedua, identifikasi sumber kumulatif dengan pemetaan kontribusi limbah. Tim ingin memilah persentase limbah dari aktivitas domestik (rumah tangga) dibandingkan limbah industri di bantaran sungai.

Ketiga, pemeriksaan debit air dan sedimentasi. DLHK menduga kondisi air yang statis menihilkan efek flushing alami, sehingga limbah mengendap dan menyebabkan sedimentasi parah.

>>> IHSG Melemah ke 6.116 pada Awal Pekan

Wawan mendorong masyarakat yang terdampak untuk melayangkan aduan resmi. "Informasi dari pelapor sangat krusial sebagai landasan penanganan administratif instansi," ujarnya.