Hari Asyura yang jatuh pada 10 Muharram menjadi momen istimewa bagi umat Islam. Di Indonesia, masyarakat muslim rutin menyantuni anak yatim pada hari tersebut.

Berbuat baik kepada anak yatim merupakan amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam kapan pun. Namun, tidak terdapat dalil shahih yang secara khusus mewajibkan santunan pada 10 Muharram.

in1

>>> IHSG Merosot ke 6.116, Tertekan Sentimen Global dan Domestik

Anjuran kepedulian terhadap anak yatim tercantum dalam Al-Qur'an surah Al-Baqarah ayat 220. Allah SWT berfirman tentang mengurus anak yatim secara patut dan memperlakukan mereka sebagai saudara.

Nabi Muhammad SAW juga menegaskan kedudukan mulia bagi yang peduli terhadap anak yatim.

Dalam hadits riwayat Bukhari, Nabi bersabda bahwa ia dan pemelihara anak yatim akan masuk surga seperti jari telunjuk dan jari tengah yang berdekatan.

Tata Cara dan Doa Menyantuni Anak Yatim

Kegiatan santunan biasanya ditutup dengan doa bersama. Doa dipanjatkan agar santunan menjadi amal saleh, membawa keberkahan, serta memberikan perlindungan dan kebahagiaan bagi anak yatim.

Saat memberikan santunan, umat Islam dianjurkan mengusap rambut kepala anak yatim.

Hal ini berdasarkan hadits dalam Musnad Ahmad yang menyebutkan bahwa setiap rambut yang diusap akan mendatangkan satu kebaikan.

>>> AASI Gelar Workshop Persiapan Uji Kelayakan Spin-Off Asuransi Syariah

Doa yang dibaca saat mengusap kepala anak yatim antara lain: "Hasbunallah wa ni'mal wakil, ni'mal maula wa ni'mal nasir" yang artinya "Cukuplah bagi kami Allah, sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong."

Doa tersebut dapat dilanjutkan dengan kalimat yang disebutkan Imam al-Munawi dalam Faidul Qadir: "Jabara Allahu yutmaka wa ja'alaka khalafan min abika" yang artinya "Semoga Allah menutup keyatimanmu dan menjadikanmu pengganti yang baik dari ayahmu."

Keutamaan Menyantuni Anak Yatim

Islam memberikan perhatian besar terhadap anak yatim. Al-Qur'an secara berulang memerintahkan umat Islam untuk memperlakukan mereka dengan baik dan melarang berbuat sewenang-wenang.

Dalam surah Ad-Dhuha, Allah berfirman: "Sebab itu, terhadap anak yatim janganlah kamu berlaku sewenang-wenang."

Rasulullah SAW menjanjikan kedudukan mulia di surga bagi siapa saja yang menanggung dan merawat anak yatim.

>>> Timnas Iran Tinggalkan Pesan Damai di Stadion Los Angeles

Dalam hadits riwayat Bukhari dari Sahl bin Sa'ad, Nabi bersabda bahwa ia dan orang yang menanggung anak yatim di surga seperti dua jari yang berdekatan.