Sekitar 42.000 tahun lalu, sebuah asteroid menghantam Semenanjung Korea dan membentuk cekungan yang kini dikenal sebagai Kawah Hapcheon.

Kawah selebar 4,3 mil ini terletak di Cekungan Jeokjung-Chogye.

in1

>>> Limbah Kopi Bisa Jadi Bahan Bangunan Masa Depan

Meskipun tumbukan terjadi pada masa geologi yang relatif baru, para ilmuwan menggunakan situs ini untuk memahami peristiwa miliaran tahun lalu.

Kawah ini menjadi model bagaimana kehidupan awal bertahan dan mengubah planet selama Peristiwa Oksidasi Besar.

Dari Tumbukan Menjadi Oasis

Kehidupan di Bumi berasal dari lautan antara 3,8 hingga 4 miliar tahun lalu.

Bukti fosil langsung tertua muncul sekitar 3,5 miliar tahun lalu dalam bentuk stromatolit, struktur berlapis yang dibangun oleh koloni mikroba seperti cyanobacteria.

Bakteri purba ini mengembangkan fotosintesis penghasil oksigen sejak 2,8 miliar tahun lalu.

Selama ratusan juta tahun, produk sampingan metabolisme mereka perlahan mengubah atmosfer Bumi, memuncak pada Peristiwa Oksidasi Besar sekitar 2,4 hingga 2,3 miliar tahun lalu.

Sebuah studi yang diterbitkan pada April 2026 di Communications Earth & Environment oleh peneliti Jaesoo Lim dan rekan-rekannya menunjukkan bagaimana kawah tumbukan mempercepat proses ini.

Para peneliti menemukan struktur mikroba fosil di dalam sedimen danau purba Kawah Hapcheon.

>>> Nothing Rancang 'Dream Phone' Kompak Berdasarkan Ide Komunitas

Analisis geokimia mengungkap jejak aktivitas hidrotermal. Energi sisa dari tumbukan asteroid memerangkap panas di batuan di bawahnya, menghangatkan air danau kawah.

Selama era Prakambrium, terutama menjelang akhir era Arkean sekitar 2,5 miliar tahun lalu, Bumi dibombardir meteorit jauh lebih intens daripada sekarang.

Danau kawah yang hangat dan terisolasi ini kemungkinan berfungsi sebagai suaka evolusi.