Sistem kesehatan Inggris secara resmi mengesahkan penggunaan chatbot kecerdasan buatan (AI) untuk menggantikan psikolog dalam layanan kesehatan mental.

Keputusan ini diambil seiring meningkatnya tren anak muda Eropa yang beralih ke AI untuk berbicara tentang emosi dan kehidupan pribadi mereka.

in1

>>> Meta Luncurkan Kacamata Pintar Terjangkau Mulai Rp4,8 Juta

Sebuah survei Ipsos BVA yang dilakukan untuk CNIL Prancis dan Groupe VYV, serta dilaporkan oleh Reuters, mengungkapkan bahwa AI kini menjadi mitra percakapan pilihan dalam hal kesehatan mental.

AI sebagai Penasihat Hidup bagi Kaum Muda

Survei yang dilakukan pada awal 2026 terhadap 3.800 anak muda berusia 11 hingga 25 tahun di Prancis, Jerman, Swedia, dan Irlandia menunjukkan bahwa hampir satu dari dua responden (48%) pernah menggunakan alat AI percakapan untuk membahas topik pribadi atau intim.

Sebanyak 33% bahkan menganggap AI sebagai 'terapis' dalam beberapa kasus, dan angka itu naik menjadi 46% di antara mereka yang menderita kecemasan.

Lebih dari tiga per lima pengguna menggambarkan AI sebagai 'penasihat hidup' atau 'orang kepercayaan', menurut laporan Reuters.

Namun, teman dan keluarga tetap menjadi kontak pertama anak muda saat membicarakan kesulitan mereka, menurut pernyataan CNIL.

Sekitar 28% anak muda yang disurvei menunjukkan tanda-tanda yang kompatibel dengan gangguan kecemasan umum.

>>> Ibu Gigi dan Bella Hadid, Yolanda Hadid, Dapat Lamaran

Dalam konteks itu, agen percakapan AI mungkin tampak sebagai sumber dukungan yang mudah diakses.

Kekhawatiran Ahli dan Risiko AI

Ludwig Franke Föyen, psikolog di Karolinska Institutet Swedia, mengatakan kepada Reuters bahwa model AI saat ini dapat menghasilkan respons berkualitas tinggi.

Menurutnya, terkadang sulit bahkan bagi profesional untuk membedakan saran yang dihasilkan AI dari saran yang diberikan oleh ahli manusia.

Namun, para ahli mendesak kehati-hatian karena AI percakapan masih terbatas dalam memahami emosi manusia dan memberikan dukungan yang benar-benar aman.

Kekhawatiran muncul setelah sebuah gugatan diajukan terhadap Google di Amerika Serikat, yang menuduh chatbot Gemini berkontribusi pada kematian seorang pria karena bunuh diri.

Föyen menekankan bahwa AI dapat menawarkan informasi dan dukungan, tetapi tidak boleh menggantikan hubungan manusia atau perawatan profesional.

>>> Ibu Anak Jelly Roll Mengaku Bersalah atas Tuduhan Narkoba yang Lebih Ringan

Ia memperingatkan jika seseorang beralih ke chatbot alih-alih berbicara dengan orang tua, teman, atau profesional, hal itu mengkhawatirkan dan berpotensi membuat orang semakin kesepian.