Aktivis iklim Greta Thunberg angkat bicara terkait peringatan cuaca merah yang langka di Inggris. Ia menyebut para pemimpin Inggris 'kepalanya terkubur di pasir' dalam menghadapi krisis iklim.

Gelombang panas dengan suhu mencapai 40°C diperkirakan akan melanda Inggris pekan ini. Thunberg, 23 tahun, mengatakan kepada Metro bahwa suhu yang memecahkan rekor ini 'hanyalah awal'.

in1

>>> Lee Jong Suk Resmi Jadi Duta Merek Asia MIDO

Kantor Meteorologi Inggris telah mengeluarkan peringatan cuaca ekstrem selama empat hari di sebagian besar Inggris dan Wales. Suhu diperkirakan bisa mencapai 40°C dan mengancam jiwa.

Peringatan Thunberg

Thunberg menyatakan, 'Inilah yang telah diperingatkan para ahli selama puluhan tahun. Krisis iklim terjadi sekarang, bukan ancaman di masa depan.'

Ia menambahkan bahwa yang paling menderita adalah mereka yang paling sedikit berkontribusi terhadap perubahan iklim. 'Ini sayangnya baru permulaan,' ujarnya.

Suhu tinggi pekan ini disebabkan oleh 'heat-dome' yang menetap di Eropa barat. Fenomena ini diperparah oleh perubahan iklim akibat ulah manusia.

Rekor suhu tertinggi bulan Mei sudah terpecahkan bulan lalu, dengan London mencapai 34,8°C.

Pekan ini berpotensi memecahkan rekor Juni terpanas sebesar 35,6°C yang tercatat pada 1976 di Southampton.

Kritik terhadap Pemerintah Inggris

Thunberg mengkritik media dan politik yang tidak memperlakukan krisis iklim sebagai darurat eksistensial. Ia menuduh pemimpin Inggris 'kepalanya terkubur di pasir dengan kantong penuh uang kotor'.

>>> KPK Buka Peluang Kembangkan Kasus Korupsi MBG ke 'Pemain' Lain

Para aktivis iklim telah lama mengeluhkan hubungan antara partai politik dan industri bahan bakar fosil.

Sebuah riset menunjukkan menteri pemerintah bertemu perwakilan industri fosil lebih dari 500 kali selama tahun pertama pemerintahan Partai Buruh.