Seorang pria yang diduga sebagai bandar sabu di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, tewas setelah melompat ke Sungai Musi saat penggerebekan polisi.

Jenazahnya baru ditemukan dua hari kemudian.

in1

>>> Samsung Rencana Hentikan Produk Vacuum, Microwave, Dishwasher? Belum Pasti

Peristiwa itu bermula ketika aparat kepolisian melakukan penggerebekan terkait dugaan peredaran narkotika di wilayah Sekayu. Saat petugas tiba, Ali Imron panik dan berusaha melarikan diri.

Direktur Ditresnarkoba Polda Sumsel Kombes Pol Yulian Perdana mengatakan, sebelumnya petugas berhasil mengungkap kasus peredaran narkotika di Kecamatan Lais, Muba.

Dalam operasi itu, dua tersangka berinisial EL alias Lin dan JN alias Jun diamankan dengan barang bukti sabu seberat 103 gram senilai Rp50 juta.

“Dari hasil pemeriksaan, kedua tersangka diduga merupakan bagian dari jaringan yang dikendalikan Ali Imron.

Jaringan ini diduga mengedarkan narkotika di wilayah perkebunan dan pertambangan di Sumatera Selatan,” ujar Yulian.

>>> Kapal Portugis Berusia 500 Tahun Bermuatan Emas Ditemukan di Gurun Namibia

Saat penggerebekan di kediamannya, Ali Imron melarikan diri lewat jendela rumah dan langsung melompat ke Sungai Musi. Petugas melihat ia membawa senjata api.

“Petugas sudah meminta yang bersangkutan untuk menepi dan menyerahkan diri, tetapi tetap nekat menyeberangi sungai,” kata Yulian. Diduga karena derasnya arus, Ali Imron terseret dan tenggelam.

Hilang Selama Dua Hari

Setelah menerima laporan, petugas bersama tim BPBD Musi Banyuasin melakukan pencarian secara intensif selama dua hari.

Korban akhirnya ditemukan meninggal di perairan Sungai Musi, beberapa kilometer dari lokasi awal.

>>> Aturan Emas Nikmati Manis Tanpa Lonjakan Gula Darah

Jasad Ali Imron kemudian dievakuasi ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut. “Saat ini jenazah telah dievakuasi ke rumah sakit terdekat,” pungkas Yulian.