Sebuah laporan dari Korea JoongAng Daily menyebut Samsung tengah mempertimbangkan untuk menghentikan produksi vacuum cleaner, microwave, dan dishwasher.

Kabar ini langsung menimbulkan tanda tanya besar, terutama bagi pengguna setia ekosistem Samsung.

in1

>>> Kapal Portugis Berusia 500 Tahun Bermuatan Emas Ditemukan di Gurun Namibia

Laporan tersebut mengutip sumber industri tak bernama yang menyatakan bahwa divisi Digital Appliance Samsung mengevaluasi tiga kategori dengan profitabilitas lemah.

Vacuum cleaner, microwave, dan dishwasher disebut memiliki pangsa pasar yang relatif kecil.

Namun, data global menunjukkan cerita berbeda. Di Eropa, Samsung tercatat sebagai merek microwave nomor satu selama sepuluh tahun berturut-turut.

Fakta ini membuat skenario penarikan global terasa sulit dipercaya.

Pertanyaan pun muncul: bagaimana mungkin pemimpin pasar selama satu dekade masih berada dalam kategori profitabilitas lemah?

Apakah ini masalah skala, margin, atau posisi premium yang tidak menghasilkan volume cukup?

>>> Aturan Emas Nikmati Manis Tanpa Lonjakan Gula Darah

Waktu pelaporan juga terasa janggal. Beberapa bulan lalu, Samsung justru mengumumkan fokus pada percepatan penjualan produk bertenaga AI dan memperkuat area pertumbuhan.

Apakah vacuum, microwave, dan dishwasher tidak termasuk dalam rencana tersebut?

Samsung memang pernah mengambil langkah tegas keluar dari bisnis TV dan home appliance di China. Namun, keputusan global tentu berbeda dengan keputusan regional.

Keluar dari kategori yang masih kuat di pasar utama akan menjadi sinyal struktural yang lebih dalam.

Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi dari Samsung. Rumor ini masih perlu diverifikasi lebih lanjut.

Bagi pengguna yang sudah berinvestasi dalam ekosistem Samsung, situasi ini tentu menimbulkan kekhawatiran.

>>> Unboxing dan Kesan Pertama Ai+ Nova 2 Pro 5G

Kami akan terus memantau perkembangan dan memberikan informasi terbaru jika ada kepastian lebih lanjut dari pihak Samsung.