Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,98 persen atau turun 60,45 poin ke level 6.116 pada perdagangan Senin (22/6/2026).

Koreksi terjadi setelah sempat menguat di awal sesi. Tekanan berasal dari faktor eksternal dan internal.

in1

>>> AASI Gelar Workshop Persiapan Uji Kelayakan Spin-Off Asuransi Syariah

Sektor energi justru mencatat penguatan tertinggi sebesar 1,47 persen. Sementara sektor materi dasar menjadi yang paling tertekan dengan penurunan 2,49 persen.

Penyebab Pelemahan IHSG

Maximilianus Nico Demus, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, menyebut pelemahan dipicu kekhawatiran pengetatan kebijakan moneter.

Selain itu, penurunan penilaian aksesibilitas Information Flow Indonesia oleh MSCI dan penghapusan sejumlah saham domestik dari indeks FTSE Russell turut membebani.

Pasar juga mengantisipasi potensi perubahan status Indonesia dalam tinjauan MSCI pekan ini yang berisiko memicu arus keluar modal asing.

>>> Timnas Iran Tinggalkan Pesan Damai di Stadion Los Angeles

Ketidakpastian geopolitik, termasuk konflik Amerika Serikat dan Iran serta penutupan Selat Hormuz, menambah sentimen negatif.

Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menambahkan bahwa investor masih mencermati pengumuman MSCI dan perkembangan Timur Tengah.

Proyeksi Perdagangan Selasa

Pilarmas Investindo Sekuritas memproyeksikan IHSG bergerak di rentang 6.060 hingga 6.290 pada perdagangan Selasa (23/6/2026).

>>> Ruben Onsu Adukan Hak Asuh Anak dan Jam Kerja ke KPAI

Sementara MNC Sekuritas memperkirakan support di level 6.035 dan resistance di 6.226, dengan rekomendasi saham seperti ISAT, NCKL, dan RAJA.