Memulai kebiasaan baru memang terasa mudah di awal. Namun, seiring waktu, semangat bisa menurun dan kembali ke pola lama.

Kebiasaan baru tidak cukup hanya dengan motivasi. Diperlukan tindakan kecil yang diulang dalam situasi yang sama agar lebih bertahan.

in1

>>> Profil Keir Starmer, PM Inggris Ketujuh yang Mundur dalam 10 Tahun

Mulai dari Langkah Kecil

Kesalahan umum saat memulai kebiasaan baru adalah menetapkan target terlalu besar. Misalnya, ingin olahraga satu jam setiap hari atau membaca puluhan halaman.

Menurut studi European Journal of Social Psychology, kebiasaan lebih mudah bertahan jika dimulai dari langkah kecil. Contohnya, jalan kaki 10 menit atau membaca dua halaman sebelum tidur.

Tujuannya bukan langsung sempurna, tetapi membiasakan tubuh dan pikiran untuk memulai.

Lakukan di Waktu yang Sama

Kebiasaan lebih mudah melekat jika dilakukan pada waktu yang sama setiap hari. Pengulangan dalam konteks yang sama membantu otak membentuk asosiasi.

Lama-kelamaan, satu aktivitas bisa menjadi pemicu bagi kebiasaan baru.

Jangan Terpaku pada Mitos 21 Hari

Banyak yang percaya kebiasaan baru terbentuk dalam 21 hari. Padahal, proses setiap orang berbeda.

Studi tentang Time to Form a Habit menunjukkan kebiasaan bisa mulai terbentuk dalam sekitar dua bulan, tetapi waktunya bervariasi tergantung frekuensi, jenis kebiasaan, dan faktor lainnya.

Jika kebiasaan belum otomatis dalam tiga minggu, itu bukan tanda gagal. Tubuh mungkin hanya butuh waktu lebih panjang.

Gunakan Rumus "Kalau-Maka"

Niat seperti "ingin lebih sehat" masih terlalu umum. Agar lebih mudah, buat rencana spesifik dengan strategi implementation intention.

>>> Dokter Tifa Bersyukur Tak Ditahan Kejari Jaksel dalam Kasus Ijazah Jokowi