PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) mencatat rekor produksi dan penjualan tertinggi sepanjang sejarah perusahaan pada 2025.

Kinerja ini menjadi dasar persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 di Jakarta.

in1

>>> Kemenperin Dorong Partisipasi Aktif Industri dalam Sensus Ekonomi 2026

Dalam RUPST, pemegang saham menyetujui lima agenda utama.

Termasuk pengesahan Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan Konsolidasian Tahun Buku 2025, penggunaan laba bersih, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris.

Laporan keuangan yang disahkan mendapat opini wajar dalam semua hal yang material.

Direksi dan Dewan Komisaris pun memperoleh pelunasan dan pembebasan tanggung jawab (acquit et de charge) atas tugas pengurusan dan pengawasan selama tahun buku 2025.

Kinerja Keuangan dan Operasional

Corporate Secretary Inalum Mahyaruddin A. R.

menyatakan perseroan membukukan pertumbuhan kinerja keuangan dan operasional sepanjang 2025. Pendapatan tumbuh 10%, laba bersih meningkat 15%, dan EBITDA naik 17%.

>>> Jamkrindo Perluas Dampak Sosial Lewat Program Kesehatan dan Pendidikan

Dari sisi operasional, produksi mencapai 280.082 metrik ton dan penjualan 280.141 metrik ton. Keduanya menjadi rekor tertinggi dalam 50 tahun perjalanan perusahaan.

Kinerja tersebut ditopang oleh transformasi operasional, peningkatan efisiensi, serta dukungan Grup MIND ID sebagai induk holding industri pertambangan BUMN.

Inalum juga mempertahankan aspek tata kelola perusahaan.

Perusahaan memperoleh predikat kesehatan kategori “AA” dan meningkatkan skor penerapan ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS) menjadi 87,54%.

Di luar bisnis, Inalum menjalankan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) sepanjang 2025.

Program tersebut mencakup beasiswa bagi 145 penerima, pelatihan 110 guru, penanaman 15.000 mangrove, pembangunan PLTS di tiga lokasi, serta penyaluran pendanaan untuk usaha mikro dan kecil.

>>> Bupati Siak Dorong KITB Kembali Berstatus PSN untuk Tarik Investasi

RUPST juga menyetujui perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi. Namun, perusahaan tidak merinci nama-nama pengurus baru yang ditetapkan dalam rapat tersebut.