PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) mengalami penurunan kinerja keuangan pada tiga bulan pertama 2026. Meski demikian, peluang perbaikan masih terbuka di sisa tahun ini.

Berdasarkan laporan keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), pendapatan usaha GEMS mencapai US$ 582,60 juta pada kuartal I-2026.

in1

>>> KAI dan Kemenhub Perkuat Angkutan Kereta saat Libur Sekolah dengan Diskon 30%

Angka ini turun 10,14% year on year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 648,34 juta.

Mayoritas pendapatan GEMS berasal dari penjualan ekspor senilai US$ 342,05 juta, sementara penjualan domestik tercatat US$ 240,54 juta.

Dari sisi pelanggan, sebagian besar pendapatan berasal dari pihak ketiga sebesar US$ 574,43 juta, dan pihak berelasi US$ 8,17 juta.

Beban pokok penjualan GEMS berkurang 3,21% yoy menjadi US$ 386,03 juta pada kuartal I-2026, dibandingkan US$ 398,85 juta pada periode sebelumnya.

Beban usaha juga turun 14,60% yoy menjadi US$ 89,36 juta dari US$ 104,64 juta.

Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk GEMS menyusut 29,45% yoy menjadi US$ 79,90 juta.

Pada kuartal I-2025, emiten ini membukukan laba bersih US$ 113,47 juta.

Target Produksi dan Prospek ke Depan

Manajemen GEMS menargetkan produksi batubara sekitar 54–58 juta ton pada 2026. Volume penjualan batubara juga dibidik sama dengan target produksi.

>>> Indef: Ulasan MSCI Pertegas Pasar RI Relevan bagi Investor Global

Kepala Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI) Muhammad Wafi mengatakan, perlambatan kinerja GEMS disebabkan oleh koreksi harga batubara dan keterlambatan persetujuan RKAB produksi.

Namun, GEMS berpotensi meraih kinerja lebih baik pada semester II-2026 jika relaksasi RKAB terealisasi dan perusahaan mampu mengejar ketertinggalan volume produksi.