PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) diproyeksikan mengalami pemulihan kinerja yang signifikan. Hal ini didukung oleh peralihan fokus bisnis perusahaan ke sektor perdagangan daging beku impor.

Konsumsi daging sapi per kapita di Indonesia tumbuh rata-rata 1,77 persen per tahun pada 2021–2025.

in1

>>> Dunia Otomotif: Motor Lokal Gazgas hingga Strategi Manufaktur Global

Angka tersebut mencapai 2,7 kilogram per kapita pada 2025, namun produksi domestik masih defisit sekitar 250.000 ton per tahun hingga 2030.

Peluang tersebut dimanfaatkan BEEF untuk meningkatkan volume usaha melalui perdagangan daging beku impor sebagai kontributor utama pendapatan.

Analis Yosua menyatakan pemulihan kinerja BEEF semakin terlihat berkat keberhasilan perseroan mengalihkan fokus bisnisnya.

Perusahaan juga telah memperluas kapasitas penyimpanan dingin guna mendukung pertumbuhan operasional. Lini usaha penggemukan sapi dan dairy dinilai berpotensi menjadi sumber pertumbuhan baru dengan margin lebih tinggi.

Kebijakan ketahanan pangan pemerintah serta peningkatan konsumsi protein hewani turut mendukung prospek ini. Namun, investor tetap harus memperhatikan risiko fluktuasi harga global, persaingan usaha, dan kebijakan impor.

>>> Pakar Hukum Soroti Rangkap Jabatan Otto Hasibuan di Bisnis Golf Senayan

Rekomendasi dan Target Harga Saham

Berdasarkan proyeksi tersebut, rekomendasi beli dimulai untuk saham BEEF dengan target harga Rp235 per saham untuk 12 bulan ke depan.

Target ini mencerminkan potensi kenaikan sekitar 49 persen dari asumsi harga Rp158.

Target tersebut setara dengan estimasi rasio P/E sebesar 11,1 kali untuk 2026 dan 10 kali untuk 2027.

Penjualan BEEF hingga akhir tahun 2026 diperkirakan mencapai Rp7,74 triliun, meningkat dari realisasi tahun 2025 sebesar Rp6,47 triliun.

Laba bersih perusahaan juga diproyeksikan naik menjadi Rp172 miliar pada 2026 dari capaian tahun sebelumnya senilai Rp129 miliar.

>>> Lenovo Tawarkan Solusi AI Manufaktur dan Pendidikan Berpusat pada Manusia

Kinerja BEEF diproyeksikan tumbuh berkat fokus bisnis daging beku impor dan ekspansi kapasitas penyimpanan dingin di tengah defisit pasokan.