Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto mendorong pembentukan akademi olahraga sebagai langkah pengembangan olahraga nasional.

Akademi tersebut direncanakan membina atlet sejak usia dini, mulai dari jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA).

in1

>>> Pamapersada Nusantara Buka Lowongan Business Development Officer untuk Fresh Graduate

"Bapak Presiden juga mendorong, apalagi ada pemusatan yang namanya akademi olahraga nanti yang kita mulai dari SD, SMP, SMA," ujar Erick di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Jumat.

Menurut Erick, pembinaan atlet sejak dini merupakan langkah strategis untuk menciptakan sistem olahraga berkelanjutan yang mampu menghasilkan prestasi internasional.

Rencana pembangunan akademi olahraga ini diyakini akan menjadi bagian fundamental dalam ekosistem pembinaan olahraga nasional.

Dana Pensiun Atlet dan Perhatian pada Disabilitas

Selain akademi, Presiden Prabowo juga menyoroti pentingnya jaminan kesejahteraan atlet pasca-karier, termasuk skema dana pensiun yang masih terus disiapkan pemerintah.

>>> Pemerintah Resmi Terapkan Mandatori Biodiesel B50 Mulai Juli 2026

"Presiden kembali menanyakan mengenai dana pensiun atlet yang masih kita terus godok bagaimana persiapan ke depannya. Itu yang saya bisa sampaikan untuk persiapan Kemenpora," kata Erick.

Presiden juga meminta agar olahragawan disabilitas mendapat perhatian penuh sebagai bagian dari kesempatan yang sama bagi seluruh warga negara.

Erick menyebutkan bahwa jumlah masyarakat disabilitas di Indonesia yang gemar berolahraga mencapai hampir 23,9 juta atau 25,9 juta, atau sekitar 11 persen.

>>> Dirut BPJS TK: Program Perisai Makassar Layak Jadi Percontohan Nasional

Oleh karena itu, pemerintah terus mendorong program yang mendukung pengembangan olahraga disabilitas.