Presiden Prabowo Subianto menyetujui kebijakan anggaran jangka panjang atau multiyears untuk mempersiapkan masa depan olahraga nasional.

Langkah ini diambil guna mencetak atlet-atlet Indonesia yang mampu bersaing di tingkat dunia.

in1

>>> Dino Patti: RI Dorong Kepatuhan MoU AS-Iran demi Perdamaian

Menteri Olahraga sekaligus Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyampaikan hal tersebut di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jumat.

Dukungan Presiden muncul setelah pertemuan langsung dengan Kepala Negara bersama Pelatih Timnas Indonesia John Herdman.

Menurut Erick, kebijakan anggaran multiyears sangat diperlukan untuk mendukung pemusatan latihan nasional (pelatnas) para atlet.

"Bahwa kebijaksanaan mengenai anggaran, karena yang namanya pelatnas tidak mungkin dianggarkan per tahun, itu harus multiyears.

Dan Bapak Presiden sepakat karena memang mempersiapkan bagaimana masa depan atlet kita," kata Erick.

Presiden Prabowo menginstruksikan Menteri Sekretaris Negara dan Sekretaris Kabinet untuk segera menindaklanjuti rencana tersebut.

>>> Iluni UI Kembali Gelar UI Half Marathon 2026, Target 7.000 Peserta

Langkah ini diambil di tengah momentum para atlet nasional yang mulai menunjukkan berbagai prestasi di kancah internasional.

Pembinaan Atlet Sejak Usia Dini

Erick juga melaporkan rencana pembangunan akademi olahraga yang akan membina talenta muda sejak usia dini. Pemerintah berencana memulai proses pembinaan atlet masa depan dari jenjang pendidikan dasar.

"Apalagi ada pemusatan yang namanya akademi olahraga nanti yang kita dimulai dari SD, SMP, SMA.

Jadi, siapa yang akan menjadi atlet ke depan, dari usia 8-10 tahun sudah mulai dibina," ujarnya.

Dukungan kepala negara juga mencakup komitmen penuh terhadap program pengembangan sepak bola Indonesia, termasuk persiapan menghadapi kualifikasi turnamen besar.

>>> PB Pertacami Targetkan Emas Asian Games Nagoya Lewat Cabang MMA

"Tadi Bapak Presiden juga sampaikan, 'Pokoknya saya sebagai pimpinan negara, apa pun yang kita bisa support buat sepak bola, saya akan lakukan,'" tutur Erick.