Pengurus Besar Persatuan Tarung Campuran Indonesia (PB Pertacami) membidik raihan medali emas pada debut cabang olahraga Mixed Martial Art (MMA) di Asian Games Nagoya.

Asian Games Nagoya akan berlangsung pada 19 September hingga 4 Oktober mendatang.

in1

>>> Pieter Huistra Resmi Kembali Latih PSS Sleman untuk Liga Super 2026/2027

Kepastian keikutsertaan ini mencatatkan sejarah baru karena untuk pertama kalinya MMA resmi dipertandingkan dalam ajang multievent olahraga terbesar di Asia.

Enam nomor perebutan medali disediakan, meliputi traditional MMA kelas 65kg dan 77kg putra, kelas 60kg putri, serta modern MMA kelas 60kg dan 71kg putra, serta kelas 54kg putri.

Saat ini, Indonesia telah meloloskan empat atlet ke Nagoya, sementara tiga atlet lainnya masih harus berjuang melalui fase kualifikasi.

Optimisme dari Capaian Sebelumnya

Ketua Umum PB Pertacami Tommy Paulus Hermawan menyatakan optimisme tinggi menjelang Asian Games.

"Untuk Asian Games nanti, karena kemarin saat di China, kami berhasil dapat dua medali emas, dan empat perunggu.

Untuk yang kali ini saya rasa juga pasti kami juga pasti bisa dapat emas," kata Tommy ditemui di sela-sela Kejuaraan Nasional MMA PB Pertacami 2026, di JSI Resort, Bogor, Jumat (19/6/2026).

Pihak federasi menyadari tantangan besar yang akan dihadapi oleh jajaran atlet nasional dalam menembus persaingan ketat di level Asia.

"Kalau target (jumlah) pasti mau sebanyak-banyaknya. Tapi namanya Asian Games itu tidak mudah ya.

Tapi kemarin di kejuaraan Asia yang kemarin tim putri kami berhasil mengalahkan yang terbaik di China," ujarnya.

Optimisme Tommy didasarkan pada perkembangan signifikan cabang olahraga tarung ini di tanah air, terutama setelah melihat pencapaian luar biasa tim nasional pada gelaran SEA Games 2025.