Dirut BPJS TK: Program Perisai Makassar Layak Jadi Percontohan Nasional
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan (BPJS TK) Saiful Hidayat menyatakan bahwa Program Sistem Keagenan Penggerak Jaminan Sosial Indonesia (Perisai) yang diluncurkan Pemerintah Kota Makassar layak dijadikan percontohan bagi daerah lain.
"Ini adalah gerakan luar biasa yang digagas oleh Wali Kota Makassar. Intinya bagaimana pemerintah kota hadir bersama-sama menyejahterakan pekerja dan keluarganya," ujar Saiful di Makassar, Jumat.
>>> Fisikawan Berhasil Ciptakan Jam Nuklir Pertama di Dunia
Saiful yang didampingi Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengapresiasi komitmen Pemkot Makassar dalam menghadirkan perlindungan sosial bagi masyarakat pekerja.
Menurut dia, peluncuran program Perisai menjadi langkah strategis memperluas cakupan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, khususnya bagi pekerja informal atau Bukan Penerima Upah (BPU) yang rentan terhadap risiko kerja dan sosial.
Saiful mengatakan program Perisai merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam menjamin kesejahteraan pekerja beserta keluarganya.
"Peluncuran sistem keagenan Perisai merupakan bagian dari Program Makassar Berdaya yang masuk dalam tujuh program prioritas Pemerintah Kota Makassar dan ini sangat bermanfaat untuk masyarakat," katanya.
Saiful mengungkapkan capaian perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan di Makassar telah melampaui rata-rata nasional.
Tingkat Universal Coverage Jamsostek Kota Makassar mencapai 54,33 persen, jauh di atas rata-rata nasional yang berada pada angka 31 persen.
>>> Butet Kartaredjasa Serahkan 14 Lukisan Kaca Jalan Salib kepada Paus Leo XIV
"Harapannya ini bukan sekadar angka statistik, tetapi bukti bahwa negara hadir memastikan keberlangsungan hidup dan kesejahteraan pekerja rentan," harapnya.
Selain memperluas kepesertaan, BPJS Ketenagakerjaan juga telah menyalurkan manfaat signifikan kepada peserta di Kota Makassar.
Saiful menegaskan BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya fokus pada penyaluran manfaat, tetapi juga mendorong penerima manfaat agar mampu mengembangkan ekonomi keluarga secara mandiri.
Update Terbaru
Dani Olmo: Barcelona Tak Khawatir dengan Aktivitas Transfer Real Madrid
Jumat / 19-06-2026, 20:52 WIB
Umat Islam Dianjurkan Perbanyak Doa dan Dzikir Setelah Salat Tahajud
Jumat / 19-06-2026, 20:52 WIB
Regulasi Pemain Muda Super League Tak Dihapus, Hanya Dikonversi
Jumat / 19-06-2026, 20:50 WIB
Iran Protes ke FIFA Soal Pembatasan Persiapan Piala Dunia 2026
Jumat / 19-06-2026, 20:50 WIB
Prabowo Beri Dukungan Penuh untuk Indonesia Lolos ke Piala Dunia 2030
Jumat / 19-06-2026, 20:48 WIB
Wagub: Karnaval Budaya Pesparawi Nasional Cermin Keberagaman Bangsa
Jumat / 19-06-2026, 20:48 WIB
Erick Thohir Kurang Tidur karena Nonton 70 Persen Laga Piala Dunia
Jumat / 19-06-2026, 20:45 WIB
Toyota dan Nissan Peringatkan Pembeli Jepang Soal Cacat Cat Mobil Buatan AS
Jumat / 19-06-2026, 20:45 WIB
Wamen ESDM Targetkan 160 Ribu Saluran Gas Terealisasi pada 2027
Jumat / 19-06-2026, 20:44 WIB
Menteri PU Pastikan Sekolah Rakyat Tahap II Berfungsi Juli 2026
Jumat / 19-06-2026, 20:44 WIB
Dialog dengan Iran Tertunda, AS Kerahkan Jet Tempur ke Timur Tengah
Jumat / 19-06-2026, 20:44 WIB
Hard Lights Gandeng BEAUZ dan Solar State Rilis Lagu Mad World
Jumat / 19-06-2026, 20:44 WIB
Kementerian PU Targetkan 10 Ruas Tol Baru Beroperasi Desember 2026
Jumat / 19-06-2026, 20:40 WIB
AAUI: Pembukaan Selat Hormuz Berdampak Positif bagi Asuransi Marine Cargo
Jumat / 19-06-2026, 20:40 WIB






