AAUI: Pembukaan Selat Hormuz Berdampak Positif bagi Asuransi Marine Cargo
Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) menilai pembukaan kembali Selat Hormuz sebagai sentimen positif bagi lini asuransi marine cargo.
Hal ini menyusul kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran pada Jumat (19/6/2026) serta keputusan Iran membebaskan biaya lintas kapal di jalur tersebut selama 60 hari.
>>> Harga Logam Mulia Global Turun ke Level 4.173 USD per T.Oz
Ketua Umum AAUI Budi Herawan menjelaskan bahwa ketidakpastian geopolitik dan penyesuaian premi risiko perang menjadi tekanan terbesar bagi asuransi marine cargo pada kuartal I-2026.
Berdasarkan laporan keuangan, klaim asuransi marine cargo melonjak 6,7 persen year on year (YoY) menjadi Rp 357 miliar per Maret 2026.
Sementara itu, preminya merosot 12,6 persen YoY menjadi Rp 1,49 triliun pada periode yang sama.
Dampak Positif Tidak Instan
AAUI menegaskan bahwa dampak positif dari pembukaan jalur pelayaran ini tidak akan langsung dirasakan secara instan oleh industri.
Para pelaku usaha, eksportir, serta perusahaan asuransi masih akan memantau stabilitas dan konsistensi keamanan di Selat Hormuz.
"Bagi industri asuransi umum, yang terpenting bukan hanya Selat Hormuz sudah dibuka, melainkan kondisi risiko navigasi, risiko perang, risiko sanksi, risiko keterlambatan pengiriman, serta kepastian rute sudah kembali terkendali atau tidak," kata Budi Herawan.
>>> Mendukbangga Apresiasi Penurunan Stunting di Kulon Progo di Bawah Rata-rata Nasional
Budi menambahkan bahwa perusahaan asuransi harus tetap bersikap cermat dan tidak berada dalam posisi menentukan rute ekspor-impor.
Hal tersebut sepenuhnya menjadi wewenang pelaku usaha perdagangan dan pelayaran.
"Peran asuransi adalah menyediakan perlindungan yang memadai agar aktivitas perdagangan dapat berjalan dengan lebih aman," tutur Budi.
Manajemen risiko yang ketat tetap diberlakukan dalam proses underwriting dengan memperhatikan kondisi kapal hingga kepatuhan sanksi internasional.
Evaluasi khusus mengenai batas premi tambahan juga diterapkan pada wilayah dengan eksposur geopolitik tinggi.
>>> Kemdikdasmen Dukung Beasiswa S1 Fast Retailing Foundation ke Jepang
"Dengan demikian, pertumbuhan marine cargo tetap dapat didorong, tetapi harus dilakukan dengan seleksi risiko yang disiplin," ucap Budi Herawan.
Update Terbaru
Kuasa Hukum Ajukan Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa
Jumat / 19-06-2026, 21:25 WIB
Pordasi Perkuat Tata Kelola Organisasi Menuju PON 2028
Jumat / 19-06-2026, 21:25 WIB
Ai Ogura Tercepat di Practice MotoGP Ceko 2026
Jumat / 19-06-2026, 21:25 WIB
Yusuf ke semifinal Macau Open setelah tumbangkan unggulan pertama
Jumat / 19-06-2026, 21:24 WIB
Ibu Rumah Tangga di Angke Jakbar Tewas Diduga Dibunuh Suami
Jumat / 19-06-2026, 21:24 WIB
Bank Amar Bagikan Dividen Tunai Rp110,1 Miliar Usai Cetak Laba Tertinggi
Jumat / 19-06-2026, 21:20 WIB
PT Smart Billionaire Indonesia Resmi Luncurkan IDNGold di Platform Reku
Jumat / 19-06-2026, 21:20 WIB
Kronologi Wanita Tusuk Rekan Kerja Hingga Tujuh Kali di Menteng
Jumat / 19-06-2026, 21:15 WIB
Wamen ESDM: Jargas CNG Percepat Akses Energi di Wilayah Tanpa Pipa
Jumat / 19-06-2026, 21:15 WIB
Angkasa Pura Indonesia Revitalisasi Terminal Bandara Minangkabau Rp553 Miliar
Jumat / 19-06-2026, 21:15 WIB
Arsenal vs Coventry City di Pekan Pembuka Premier League 2026/2027
Jumat / 19-06-2026, 21:12 WIB
Belanda Hadapi Swedia di Laga Hidup Mati Piala Dunia 2026
Jumat / 19-06-2026, 21:12 WIB
Skotlandia vs Maroko: Duel Panas Perebutan Puncak Grup C Piala Dunia 2026
Jumat / 19-06-2026, 21:10 WIB
FIFA Blokir Tiket Pelaku Rasisme, Undang YouTuber Korea Selatan
Jumat / 19-06-2026, 21:10 WIB






