Pembukaan Kembali Selat Hormuz Angin Segar Manufaktur Nasional
Pembukaan kembali Selat Hormuz mulai 19 Juni 2026 diperkirakan menjadi sentimen positif bagi sektor manufaktur nasional.
Namun, normalisasi jalur perdagangan tersebut belum otomatis mengembalikan kinerja manufaktur dalam waktu singkat.
>>> Mengenang Sejarah Piala Dunia 2010: Spanyol Raih Juara Dunia Pertama
Sebelum konflik, sekitar seperlima pasokan minyak dunia melintasi Selat Hormuz.
Gangguan pada jalur pelayaran strategis tersebut sempat mendorong kenaikan harga minyak, ongkos logistik, hingga premi asuransi pengiriman yang pada akhirnya meningkatkan biaya produksi industri.
Dengan dibukanya kembali jalur tersebut, harga minyak dunia mulai terkoreksi sehingga biaya impor energi maupun transportasi diperkirakan ikut menurun.
Namun, transmisi ke sektor riil menurut Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Yusuf Rendy Manilet, akan berlangsung bertahap.
"Manfaat terbesar kemungkinan baru akan lebih terasa pada kuartal III/2026 ketika rantai logistik global mulai kembali stabil," ujarnya kepada Bisnis, Rabu (17/6/2026).
Sektor Paling Diuntungkan
Adapun sektor yang paling diuntungkan dengan dibukanya Selat Hormuz adalah industri dengan struktur biaya yang didominasi energi dan bahan baku impor, seperti petrokimia, plastik, tekstil, baja, keramik, dan kaca.
Penurunan harga energi memberi ruang bagi perusahaan untuk meningkatkan utilisasi pabrik sekaligus memperbaiki efisiensi operasional.
Kendati demikian, Yusuf mengingatkan bahwa keputusan perusahaan untuk meningkatkan produksi maupun melakukan ekspansi investasi tetap ditentukan oleh prospek permintaan.
Selama beberapa bulan terakhir, aktivitas manufaktur lebih banyak ditopang oleh membaiknya permintaan domestik dibandingkan faktor eksternal.
"Stabilitas biaya memang penting, tetapi faktor penentu utama tetap berada pada kekuatan pasar.
Pelaku usaha juga masih mencermati perkembangan geopolitik, arah suku bunga global, dan kondisi perdagangan internasional," katanya.
Update Terbaru
Pengadilan Prancis Gelar Sidang Kasus Dugaan Pemerkosaan Achraf Hakimi
Jumat / 19-06-2026, 18:35 WIB
Beat & Motion Anime Dikonfirmasi Digarap MAPPA, Rilis Detail Baru
Jumat / 19-06-2026, 18:32 WIB
Rusia Kirim 7.000 Alat Tes Ebola ke Negara-negara Afrika
Jumat / 19-06-2026, 18:32 WIB
realme 16 Pro 5G atau POCO F7 Ultra? Selisih Harga Jauh, Fitur Harian Jadi Penentu
Jumat / 19-06-2026, 18:32 WIB
Gulkarmat Kerahkan 13 Armada Padamkan Kebakaran di Grogol Petamburan
Jumat / 19-06-2026, 18:32 WIB
Khofifah Luncurkan 143 Ribu Kuota Beasiswa untuk Pelajar dan Mahasiswa Jatim
Jumat / 19-06-2026, 18:32 WIB
MAPPA Resmi Garap Adaptasi Anime Shojo Fall in Love, You False Angels
Jumat / 19-06-2026, 18:30 WIB
Kalbar Perkuat Ekonomi Syariah Lewat RABBANI Khatulistiwa 2026
Jumat / 19-06-2026, 18:30 WIB
Perodua Pangkas Harga Suku Cadang dan Jasa Servis Sepuluh Persen
Jumat / 19-06-2026, 18:30 WIB
Pakar Dorong Vaksinasi Cegah DBD di Tengah Perubahan Iklim
Jumat / 19-06-2026, 18:29 WIB
Trailer Perdana Jujutsu Kaisen Season 4 Culling Game Part 2 Dirilis
Jumat / 19-06-2026, 18:28 WIB
Samsung Rilis Pembaruan Nice Shot dengan Perbaikan UI dan Stabilitas
Jumat / 19-06-2026, 18:28 WIB
Wibmo Luncurkan ARIA, Asisten AI untuk Operasi Kejahatan Keuangan
Jumat / 19-06-2026, 18:28 WIB
WIKA Kembali Masuk Fortune Southeast Asia 500, Bukti Transformasi Berkelanjutan
Jumat / 19-06-2026, 18:28 WIB






