Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat bersama Bank Indonesia menguatkan ekonomi syariah sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif dan berkelanjutan.

Hal ini dilakukan melalui penyelenggaraan Rangkaian Aksi Kolaborasi Membangun Ekonomi Syariah (RABBANI) Khatulistiwa 2026.

in1

>>> Perodua Pangkas Harga Suku Cadang dan Jasa Servis Sepuluh Persen

Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Harisson, mengatakan bahwa pada triwulan I tahun 2026, pertumbuhan ekonomi Kalbar mencapai 6,14 persen secara tahunan.

Menurutnya, momentum pemulihan dan ekspansi ekonomi daerah terus berlangsung dengan baik.

Ekonomi Kalimantan Barat pada 2025 tumbuh sebesar 5,39 persen, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 4,90 persen.

Capaian ini menjadi salah satu pertumbuhan tertinggi di wilayah Kalimantan.

Harisson menilai capaian tersebut tidak terlepas dari kontribusi sektor UMKM serta berkembangnya aktivitas ekonomi dan keuangan syariah di tengah masyarakat.

Saat ini, Kalimantan Barat memiliki sekitar 338 ribu UMKM dan lebih dari 5.100 pelaku usaha halal.

Fokus pada Rantai Nilai Halal dan Pesantren

RABBANI Khatulistiwa 2026 mengangkat tema "Penguatan Rantai Nilai Halal dan Halal Lifestyle untuk Kemandirian Pesantren dan Umat Kalimantan Barat".

Acara ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat ekosistem halal secara terintegrasi.

Menurut Harisson, pengembangan ekonomi syariah tidak hanya berfokus pada aspek produksi, tetapi juga mencakup akses pembiayaan, pemasaran, sertifikasi halal, hingga penguatan gaya hidup halal.

Ia menegaskan tiga fokus utama: penguatan halal value chain, penguatan keuangan dan sosial syariah, serta peningkatan literasi dan inklusi ekonomi syariah.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk membangun ekosistem halal yang lebih kuat dan kompetitif.

>>> Pakar Dorong Vaksinasi Cegah DBD di Tengah Perubahan Iklim