Harisson berharap sinergi ini dapat memperluas akses pembiayaan dan pasar, serta mendorong UMKM, pelaku usaha syariah, dan pesantren agar semakin produktif.

Penyelenggaraan RABBANI Khatulistiwa 2026 juga menjadi bagian dari upaya Kalimantan Barat meningkatkan kinerja daerah dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah menjelang penilaian Anugerah Adinata Syariah 2027.

in1

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat, Doni Septadijaya, mengatakan Indonesia memiliki potensi pasar halal yang sangat besar.

Nilai pengeluaran konsumen muslim Indonesia terhadap produk halal telah mencapai lebih dari Rp3.197 triliun.

Menurut Doni, Kalimantan Barat memiliki potensi besar untuk mendukung pengembangan ekonomi syariah nasional melalui produk halal berbasis sumber daya lokal, pengembangan modest fashion, serta perluasan rantai nilai halal yang melibatkan UMKM dan pesantren.

Ia menekankan bahwa UMKM harus masuk ke dalam rantai nilai halal agar mampu naik kelas.

Bank Indonesia terus mendorong pengembangan ekonomi syariah melalui tiga pilar utama: penguatan rantai nilai halal, penguatan keuangan dan sosial syariah, serta peningkatan literasi dan inklusi ekonomi syariah.

Rangkaian RABBANI Khatulistiwa 2026 berlangsung pada 9-20 Juni 2026 dengan berbagai kegiatan seperti Syariah Fair, Syariah Forum, coaching clinic, dan Syariah Championship.

Kegiatan ini melibatkan pelaku usaha, pesantren, lembaga keuangan syariah, serta masyarakat umum.

Bank Indonesia menargetkan realisasi pembiayaan sebesar Rp4,2 miliar dan transaksi penjualan produk UMKM mencapai Rp2,65 miliar melalui kegiatan tersebut.

>>> Samsung Rilis Pembaruan Nice Shot dengan Perbaikan UI dan Stabilitas

Hal ini sebagai bagian dari upaya memperkuat kontribusi ekonomi syariah terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.