Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo berharap Jakarta Kreatif Festival (JKF) 2026 dapat mendorong penguatan ekonomi kreatif, pemberdayaan UMKM, serta percepatan digitalisasi ekonomi.

Ia juga berharap JKF 2026 semakin memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global yang kreatif, modern, inklusif, dan berdaya saing menjelang 500 tahun Kota Jakarta.

in1

>>> Fans Ronaldo Serbu Akun Instagram Joao Neves dan Kekasihnya

“Saya merasakan bahwa ekonomi kreatif memang merupakan mesin baru pertumbuhan ekonomi,” kata Pramono di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi DKI Jakarta, Jumat.

Dalam forum gubernur dan wali kota dunia yang dihadiri beberapa waktu lalu, pesan yang disampaikan juga sama, yaitu ekonomi kreatif akan mengubah wajah kota maupun provinsi.

Peran Strategis Jakarta

Kepala Perwakilan BI Provinsi DKI Jakarta Iwan Setiawan mengatakan Jakarta memiliki peran strategis sebagai pusat ekonomi nasional dengan kontribusi 16,67 persen terhadap perekonomian Indonesia.

Pada triwulan I-2026, ekonomi DKI Jakarta tumbuh 5,59 persen secara tahunan (yoy), meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 4,95 persen.

“Kinerja tersebut ditopang oleh kuatnya konsumsi rumah tangga dan sektor jasa, terutama perdagangan, informasi dan komunikasi, serta akomodasi makan dan minum,” ungkap Iwan.

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, diperlukan sinergi bersama untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, terutama melalui penguatan permintaan domestik.

Untuk mendukung upaya tersebut, Kantor Perwakilan BI Provinsi DKI Jakarta bersama Pemprov DKI Jakarta, OJK Jabodebek, dan berbagai institusi strategis menyelenggarakan acara puncak JKF 2026 pada 4-5 Juli di Istora Senayan.

>>> Paul Scholes Sebut Cristiano Ronaldo Beban Timnas Portugal di Piala Dunia 2026

Mengusung tema “A Creative Movement for a Sustainable Global City” dengan tagline “INXPIRE: Innovate, Explore, Empower” serta semangat #JagaJakarta, JKF 2026 dirancang sebagai platform kolaboratif pentaheliks.