Piala Dunia 2010 menjadi edisi pertama yang digelar di benua Afrika, dengan Afrika Selatan sebagai tuan rumah.

Turnamen ini meninggalkan kesan mendalam melalui lagu ikonik "Waka Waka" oleh Shakira dan suara khas vuvuzela yang menggema di setiap stadion.

in1

>>> Dinas Pendidikan Rilis Jadwal Libur Sekolah Semester Dua di Pulau Jawa

Di luar lapangan, kehadiran Paul si Gurita dari akuarium Oberhausen, Jerman, mencuri perhatian.

Hewan laut ini meramalkan pemenang pertandingan dengan memilih kotak makanan berbendera negara peserta, dan mencatat akurasi sempurna dalam tujuh laga Timnas Jerman, termasuk prediksi Spanyol sebagai juara.

Publik Afrika bersatu mendukung Ghana sebagai satu-satunya wakil benua hitam di perempat final. Langkah Ghana nyaris membawa sejarah baru saat berhadapan dengan Uruguay di Johannesburg.

Kedudukan imbang 1-1 di menit akhir babak perpanjangan waktu, sundulan Dominic Adiyiah yang mengarah ke gawang kosong dihalau tangan Luis Suarez.

Wasit memberikan kartu merah dan penalti untuk Ghana, namun Asamoah Gyan gagal memanfaatkannya setelah bola membentur mistar.

Kegagalan itu disambut gembira Suarez di lorong stadion. Uruguay akhirnya menang 4-2 lewat adu penalti, mengandaskan mimpi Afrika.

Dominasi Tiki-Taka Spanyol

Sorotan utama tertuju pada Timnas Spanyol yang mengandalkan gaya operan pendek rapat bernama tiki-taka.

>>> Amerika Serikat vs Australia: Laga Krusial Grup D Piala Dunia 2026

Perjalanan La Roja diawali kekalahan 0-1 dari Swiss, namun mereka bangkit dan menyapu bersih kemenangan di babak gugur melawan Portugal, Paraguay, dan Jerman.

Partai final di Stadion Soccer City mempertemukan Spanyol dengan Belanda. Laga berjalan tensi tinggi, ditandai pelanggaran keras Nigel de Jong ke dada Xabi Alonso.