Badan pengawas hak konsumen dan kesejahteraan masyarakat federal Rusia, Rospotrebnadzor, mengumumkan telah mengirim lebih dari 7.000 alat tes Ebola ke sejumlah negara Afrika.

Alat tes buatan Rusia ini dirancang untuk mendiagnosis Ebola yang disebabkan oleh strain Bundibugyo melalui metode PCR.

in1

>>> realme 16 Pro 5G atau POCO F7 Ultra? Selisih Harga Jauh, Fitur Harian Jadi Penentu

Pengiriman dilakukan sebagai respons terhadap ancaman wabah baru Ebola di Republik Demokratik Kongo dan Uganda.

Rospotrebnadzor menyatakan bahwa lembaganya menjadi salah satu yang pertama di dunia mengembangkan dan memproduksi alat tes untuk varian virus tersebut hanya dalam waktu empat hari.

>>> Gulkarmat Kerahkan 13 Armada Padamkan Kebakaran di Grogol Petamburan

Selain ke negara-negara Afrika, sistem pengujian Rusia juga telah diserahkan kepada Korea Utara dan Turkmenistan.

>>> Khofifah Luncurkan 143 Ribu Kuota Beasiswa untuk Pelajar dan Mahasiswa Jatim

Para ahli dari Rusia dan Uganda telah melakukan lebih dari 1.500 penelitian terhadap bahan biologis pasien Ebola dan orang yang diduga terinfeksi.