Pengamat Hubungan Internasional Universitas Indonesia, Muhammad Syaroni Rofii, menilai bahwa Rusia dapat memberikan kontribusi bagi investasi dan kunjungan wisatawan ke sejumlah negara ASEAN, termasuk Indonesia.

KTT ASEAN-Rusia berlangsung pada 17–19 Juni di Kazan, Rusia, bertepatan dengan peringatan 35 tahun kemitraan ASEAN-Rusia.

in1

>>> Tiket Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 Resmi Dijual Mulai Juni

"Jika melihat Deklarasi Kazan 2026, terlihat ada komitmen untuk fokus memperkuat kerja sama di bidang ekonomi, energi, teknologi, dan mengawal stabilitas global," kata Syaroni dihubungi ANTARA di Jakarta pada Jumat.

Ia menambahkan bahwa Rusia juga dapat berkontribusi dalam menjaga pasokan energi di tengah fluktuasi harga energi global yang masih berlangsung.

Pengaruh bagi Indonesia

Menurut Syaroni, KTT ASEAN-Rusia memiliki pengaruh signifikan bagi kepentingan Indonesia, baik jangka pendek maupun panjang.

Hal ini mengingat Rusia adalah salah satu kekuatan besar dalam politik internasional dan memiliki keunggulan di bidang ekonomi dan teknologi.

Syaroni menekankan bahwa Indonesia perlu meningkatkan kerja sama di sektor teknologi dan sains bersama Rusia.

"Kita tahu Rusia memiliki keunggulan di bidang teknologi pertanian, kesehatan, dan energi.

>>> GP Ceko 2026: Marc Marquez Siap Hadapi Duel Sengit di Brno

Mengingat Indonesia sedang gencar memperkuat ekosistem ketahanan energi dan pangan, maka Indonesia saya kira bisa mengandalkan Rusia," ujarnya.

Ia juga menyoroti posisi Rusia sebagai anggota Dewan Keamanan PBB yang penting dalam menciptakan konfigurasi politik global.

"Stabilitas internasional salah satu faktornya adalah Rusia, dan diharapkan peran Rusia dapat bermanfaat bagi ASEAN," kata Syaroni.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa peran Rusia penting sebagai penyeimbang di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Laut China Selatan dan Indo-Pasifik.

"Dari Deklarasi Kazan 2026 juga mengkonfirmasi bahwa ada komitmen Rusia untuk mendukung ASEAN yang stabil dan menjunjung tinggi UNCLOS serta norma internasional yang berlaku," jelasnya.

>>> FTSE Russell Hapus Empat Saham Indonesia dari Indeks Global

Kehadiran Indonesia di KTT ASEAN-Rusia diwakili oleh Menteri Luar Negeri Sugiono sebagai ketua delegasi mewakili Presiden RI Prabowo Subianto.