Pemerintah Indonesia menyatakan harga BBM nonsubsidi berpotensi turun seiring menurunnya harga minyak dunia pasca kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran.

Nota kesepahaman antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian ditandatangani secara digital pada Kamis dini hari.

in1

>>> Mensesneg: Prabowo Panggil Menpora dan Pelatih Timnas di Hambalang

Selat Hormuz, jalur utama seperlima perdagangan minyak dunia, akan kembali dibuka.

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut pembukaan Selat Hormuz menjadi salah satu faktor dalam penyesuaian harga BBM, khususnya nonsubsidi.

Namun, dampak kesepakatan tidak langsung terasa. Pemerintah masih perlu memantau implementasi perjanjian, termasuk kelancaran distribusi pasokan minyak.

>>> BNPB Ambil Alih Penanganan Gempa di Sigi, Sulteng

Penyesuaian Harga Butuh Waktu

Harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax mengikuti formula harga keekonomian minyak dunia. Secara teori, penurunan harga minyak akan diikuti penyesuaian ke bawah.

Indonesian Crude Price (ICP) dihitung berdasarkan rata-rata bulanan. Dampak pembukaan Selat Hormuz baru tercermin penuh pada penetapan ICP bulan depan.

Analis memperkirakan harga minyak butuh waktu empat hingga delapan pekan untuk stabil. Antrean kapal tanker, premi asuransi tinggi, dan persediaan yang terkuras menahan normalisasi.

>>> Kemendiktisaintek Biayai Studi Doktor 1.269 Dosen Lewat Beasiswa PPDTI

Risiko geopolitik belum sepenuhnya padam karena yang ditandatangani baru nota kesepahaman, bukan penyelesaian komprehensif sengketa kawasan.