Gangguan perangkat akibat debu, suhu ekstrem, benturan, hingga kebocoran data dapat mengancam produktivitas bisnis.

Lenovo memperkuat lini ThinkPad sebagai perangkat bisnis premium yang menggabungkan ketahanan militer, keamanan enterprise, dan kecerdasan buatan (AI).

in1

>>> 3 HP Samsung Rp2 Jutaan dengan RAM dan Kamera Terbaik di 2026

President Director Lenovo Indonesia, Budi Janto, menegaskan ketahanan perangkat menjadi fondasi penting bagi organisasi modern.

"Dengan perangkat yang lolos uji standar militer MIL-STD 810H, Lenovo memastikan pelanggan enterprise memiliki perangkat andal untuk berbagai kondisi," ujar Budi Janto.

Melalui pendekatan One Lenovo Solutions, perusahaan menghadirkan ekosistem teknologi terintegrasi dari perangkat hingga keamanan.

Lolos Uji Militer untuk Lingkungan Ekstrem

Seluruh perangkat ThinkPad telah melewati pengujian ketat berdasarkan standar militer MIL-STD 810H yang mensimulasikan kondisi kerja nyata.

Sejak 2007, Lenovo menerapkan 12 metode dan 20 prosedur militer, termasuk paparan debu, kelembapan tinggi, suhu ekstrem, getaran, benturan, dan tekanan udara.

>>> Meta Siapkan Fitur AI dan Live Chat untuk Piala Dunia 2026

ThinkPad mampu bertahan terhadap badai pasir selama 90 menit, paparan debu silika enam jam, kelembapan 98 persen, dan pengujian jamur 28 hari.

Laptop ini tetap optimal pada suhu dingin minus 21 derajat Celsius hingga panas 43 derajat Celsius saat digunakan, serta penyimpanan hingga 63 derajat Celsius.

Kemampuan ini menjadi nilai tambah bagi sektor konstruksi, manufaktur, energi, pertambangan, dan logistik.

Didukung AI untuk Produktivitas Lebih Tinggi

Lenovo juga mengintegrasikan teknologi AI dalam ekosistem perangkat dan solusi bisnis untuk meningkatkan efisiensi kerja.

Perangkat ThinkPad terbaru dirancang mendukung komputasi modern, kolaborasi hybrid, dan pemanfaatan AI dalam aktivitas bisnis sehari-hari.

>>> Galaxy S26 Ultra Jadi Andalan Bernadya: Rahasia Abadikan Momen Kreatif Tanpa Takut Terlewat

Laptop ini membantu profesional mengelola beban kerja kompleks, meningkatkan produktivitas, dan mempercepat pengambilan keputusan berbasis data.