Karyawan Logistik Bentuk Kopkar Forindo untuk Jaga Keseimbangan Industri
Sejumlah karyawan dan petugas yang bekerja di rantai logistik nasional membentuk Koperasi Karyawan Forwarder Indonesia (Kopkar Forindo).
Wadah ini dirancang untuk menjaga hak dan kewajiban pekerja serta perusahaan di tengah dinamika industri.
>>> Gelandang Qatar Kartu Merah Usai Patahkan Kaki Pemain Kanada
Ketua Umum Kopkar Forindo, Muhajir, mengatakan koperasi ini merupakan wadah ekonomi bersama untuk memperkuat perlindungan sosial, ekonomi, dan profesional para pekerja di sektor freight forwarding dan logistik nasional.
Ia menegaskan koperasi tidak dibentuk untuk berhadapan dengan perusahaan atau asosiasi pengusaha.
Sebaliknya, koperasi hadir untuk menjaga keseimbangan ekosistem industri agar hubungan perusahaan dan pekerja berjalan sehat, adil, dan berkelanjutan.
Menurut Muhajir, perusahaan yang sehat membutuhkan pekerja yang sejahtera, dan pekerja yang sejahtera membutuhkan perusahaan yang kuat.
"Kopkar Forindo hadir bukan sebagai alat konflik, tetapi sebagai jembatan keseimbangan," ujarnya di Jakarta, Jumat.
Industri freight forwarding di Indonesia saat ini memasuki masa perubahan besar.
Perubahan regulasi, digitalisasi logistik, persaingan global, dan penyesuaian terhadap KBLI 2025 menuntut seluruh pelaku industri untuk semakin adaptif.
Di sisi lain, pekerja membutuhkan wadah yang dapat membantu mereka menghadapi risiko ekonomi dan sosial dari dinamika tersebut.
>>> Meksiko Kalahkan Korea Selatan 1-0 dan Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Kopkar Forindo dirancang sebagai koperasi profesi yang menghimpun pekerja dari berbagai perusahaan jasa pengurusan transportasi (JPT) atau freight forwarding.
Berbeda dengan koperasi konvensional yang hanya fokus pada simpan pinjam, Kopkar Forindo memiliki visi lebih luas.
Koperasi ini dirancang untuk membangun dana solidaritas anggota, program bantuan hukum, bantuan darurat bagi anggota terdampak masalah perusahaan, program pendidikan anak, pelatihan profesi logistik, sertifikasi kompetensi, hingga pengembangan usaha produktif bagi keluarga pekerja.
Update Terbaru
Mendukbangga Apresiasi Penurunan Stunting di Kulon Progo di Bawah Rata-rata Nasional
Jumat / 19-06-2026, 20:36 WIB
Kemdikdasmen Dukung Beasiswa S1 Fast Retailing Foundation ke Jepang
Jumat / 19-06-2026, 20:36 WIB
Pesta Timuran Jaksel Siap Gelar Festival Musik dan Budaya di CIBIS Park
Jumat / 19-06-2026, 20:36 WIB
Rusia dan Mesir Sepakat Perluas Kerja Sama Kontra-Terorisme
Jumat / 19-06-2026, 20:35 WIB
RUU HAM Hadirkan Perlindungan Khusus bagi Pembela Hak Asasi Manusia
Jumat / 19-06-2026, 20:35 WIB
Great World Circus 2 On Ice Hadir di Makassar Isi Liburan Sekolah
Jumat / 19-06-2026, 20:35 WIB
Pemprov Banten Percepat Pembangunan PLTS di Pulau Tunda untuk Listrik 24 Jam
Jumat / 19-06-2026, 20:33 WIB
BSKDN Gelar Forum Sinkronisasi Kebijakan Pusat-Daerah untuk Kawal Program Presiden
Jumat / 19-06-2026, 20:33 WIB
BSI Berdayakan Mustahik Lewat Program Waste Management, Sampah Jadi Tabungan Emas
Jumat / 19-06-2026, 20:33 WIB
Dasco Telepon Bahlil dan Kepala BGN Saat Audiensi Mahasiswa di DPR
Jumat / 19-06-2026, 20:32 WIB
Fabio Quartararo Buka Suara Usai Absen Tes Motor Baru Yamaha 850 cc
Jumat / 19-06-2026, 20:32 WIB
PT Bumi Siak Pusako Tunjuk Robi Junipa sebagai Direktur Baru
Jumat / 19-06-2026, 20:32 WIB
70% Gen Z Andalkan Orang Tua Saat Cari Kerja, Ada yang Ditemani Wawancara
Jumat / 19-06-2026, 20:28 WIB
Gapembi Kritik Kurangnya Komunikasi dalam Surat Edaran Makan Bergizi Gratis
Jumat / 19-06-2026, 20:28 WIB






