Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) meminta tambahan dana sebesar 80 miliar dolar AS atau sekitar Rp1,42 kuadriliun kepada Kongres.

Dana tersebut rencananya digunakan untuk menutupi biaya operasi militer di Iran serta kebutuhan lainnya.

in1

>>> Kemnaker Buka Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch 2

Informasi ini dilaporkan oleh Wall Street Journal dengan mengutip sumber yang mengetahui pembahasan tersebut.

Wakil Menteri Pertahanan Stephen Feinberg menyampaikan kebutuhan finansial itu dalam percakapan telepon dengan anggota Kongres pekan ini.

Pimpinan Pentagon juga memperingatkan bahwa mereka bisa kehabisan dana operasional pada musim panas ini jika Kongres tidak segera mengesahkan rancangan undang-undang belanja militer baru.

>>> Ekonom: Prospek Bunga Kredit Bank Akan Mendatar dan Naik Selektif

Anggaran Pentagon untuk tahun fiskal 2026 saat ini mencapai sekitar 1 triliun dolar AS.

Sebelumnya, pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran yang mengakibatkan kerusakan dan korban sipil.

Pada malam menjelang 18 Juni, Iran dan AS menandatangani memorandum secara jarak jauh yang mengatur pengakhiran konflik militer tersebut.

>>> 354 Jamaah Haji Kloter 11 Asal HSU Tiba di Tanah Air

Memorandum itu juga menetapkan jadwal bagi AS untuk mencabut blokade laut dan bagi Iran untuk memulihkan pelayaran melalui Selat Hormuz.