Iran menunda perundingan tingkat teknis dengan Amerika Serikat yang sedianya berlangsung di Swiss pada Jumat lalu.

Penundaan ini sebagai bentuk protes atas pelanggaran gencatan senjata yang terus dilakukan Israel, terutama di Lebanon selatan.

in1

>>> AMRT Restrukturisasi ARA, GWI Masuk sebagai Pemegang Saham Strategis

Menurut sejumlah sumber pemerintah Pakistan, perunding utama Iran Bagher Qalibaf dan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi telah bersiap terbang ke Swiss.

Namun, rencana perjalanan itu dibatalkan di saat-saat terakhir setelah menerima arahan dari kepemimpinan tertinggi Iran.

Para sumber tidak menjelaskan apakah arahan tersebut datang langsung dari Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei. Sebelumnya, Khamenei menyatakan memiliki pandangan berbeda mengenai kesepakatan AS-Iran untuk mengakhiri perang.

Hingga kini, belum ada tanggal serta lokasi baru yang ditetapkan untuk perundingan. Pakistan terus berkomunikasi dengan kedua pihak untuk menetapkan jadwal baru guna mencapai kesepakatan akhir.

Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad oleh Presiden AS Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian sebelumnya membuka jalan bagi perundingan langsung di Swiss.

MoU tersebut memberikan waktu 60 hari kepada kedua pihak untuk merumuskan kesepakatan final, terutama terkait program nuklir Iran.

Wakil Presiden AS JD Vance membatalkan perjalanannya ke Swiss setelah Pakistan menyampaikan keputusan Iran kepada AS.

Seorang juru bicara Gedung Putih mengatakan logistik perundingan ini tidak pernah sederhana, namun pihaknya berharap bisa memulai perundingan teknis sesegera mungkin.

>>> Lenovo Perkuat Laptop ThinkPad dengan Standar Militer dan Fitur AI

Kementerian Luar Negeri Swiss mengonfirmasi bahwa perundingan pada Jumat batal digelar.

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menyatakan MoU Islamabad berlaku segera setelah ditandatangani, dan Iran serta AS akan mengambil langkah-langkah untuk membuka Selat Hormuz bagi pelayaran internasional secara penuh.