Federasi Sepak Bola Iran berencana mengajukan protes resmi kepada FIFA terkait pembatasan perjalanan yang diterapkan Amerika Serikat selama Piala Dunia 2026.

Kebijakan tersebut dinilai mengganggu persiapan timnas Iran dalam menjalani pertandingan di turnamen.

in1

>>> Penemuan 'Sisik Naga' di Mars: Lebih Aneh dari Dugaan

Menurut pihak federasi, timnas Iran tidak diizinkan tiba lebih awal di Los Angeles menjelang laga kontra Belgia di Grup G.

Padahal, mereka berharap bisa datang dua hari sebelumnya untuk beradaptasi dan memaksimalkan sesi latihan terakhir.

"Meski telah menyerahkan jadwal persiapan jauh hari, kami kembali menghadapi pembatasan yang memengaruhi rencana tim pelatih," ujar juru bicara federasi Iran, seperti dikutip AFP.

Iran sebelumnya bermarkas di Tijuana, Meksiko, dan harus bolak-balik menuju Amerika Serikat hanya untuk pertandingan.

Setelah hasil imbang 2-2 melawan Selandia Baru, skuad langsung meninggalkan AS beberapa jam usai laga tanpa masa pemulihan di lokasi.

>>> Sekolah Rakyat di Kabupaten Cirebon Siap Tampung 270 Siswa

Aturan dari pemerintah AS mengharuskan tim Iran masuk wilayah negara tersebut hanya sehari sebelum pertandingan dan segera keluar setelah laga berakhir.

Kebijakan ini berlaku untuk semua pertandingan Iran yang digelar di wilayah Amerika Serikat.

Pembelaan Pemerintah AS

Pemerintah AS membela kebijakan tersebut dan menyatakan aturan telah disampaikan sebelumnya.

Direktur eksekutif gugus tugas Piala Dunia Gedung Putih, Andrew Giuliani, menegaskan prosedur ini akan terus diterapkan.

>>> KI DKI: Baru 36 Persen Badan Publik Sampaikan Laporan Layanan Informasi

"Tim dapat masuk satu hari sebelum pertandingan dan harus meninggalkan negara pada malam yang sama setelah laga. Prosedur ini juga berlaku untuk pertandingan berikutnya," kata Giuliani.