Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mengumumkan bahwa Sekolah Rakyat yang tengah dipersiapkan akan menampung 270 siswa dari keluarga miskin dan miskin ekstrem pada tahun ajaran 2026/2027.

Kepala Dinsos Kabupaten Cirebon Hafidz Iswahyudi menyampaikan bahwa kuota tersebut dibagi untuk tiga jenjang pendidikan, yaitu tingkat dasar, menengah pertama, dan menengah atas.

in1

>>> KI DKI: Baru 36 Persen Badan Publik Sampaikan Laporan Layanan Informasi

Masing-masing jenjang akan menerima 90 siswa yang terbagi dalam tiga rombongan belajar dengan kapasitas 30 siswa per kelas.

Seluruh peserta didik akan mengikuti sistem pendidikan berasrama yang diterapkan dalam program Sekolah Rakyat.

Penerimaan siswa diprioritaskan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang tercatat dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

Selain itu, calon peserta didik harus berdomisili di Kabupaten Cirebon agar program tepat sasaran.

>>> Carlo Ancelotti Minta Publik Tenang Setelah Brasil Imbang Lawan Maroko

Penjangkauan calon siswa masih dilakukan oleh SDM Kemensos dengan sasaran keluarga miskin dan miskin ekstrem yang telah terdata.

Pembangunan fisik Sekolah Rakyat Kabupaten Cirebon masih berlangsung dan ditargetkan selesai sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.

Hafidz menyebut progres pembangunan saat ini telah mencapai sekitar 68 persen berdasarkan laporan yang diterima pemerintah daerah.

>>> GAC Aion Resmikan Dealer 3S Baru di KS Tubun Jakarta

Pemerintah pusat menargetkan kegiatan belajar mengajar dapat dimulai pada 20 Juli 2026.