Federasi Sepak Bola Iran berencana mengajukan keluhan resmi kepada FIFA terkait pembatasan perjalanan ketat yang diberlakukan terhadap tim nasional mereka selama mengikuti Piala Dunia di Amerika Utara.

Akibat ketidakpastian visa dan ketegangan diplomatik dengan Amerika Serikat, skuad Iran terpaksa bermarkas di Meksiko dan harus melakukan perjalanan bolak-balik untuk melakoni seluruh laga fase grup di wilayah AS.

in1

>>> BukuWarung Salurkan Pembiayaan Produktif bagi Ribuan Merchant UMKM

Otoritas Amerika Serikat mewajibkan tim Iran tiba paling lambat 24 jam sebelum laga dan langsung meninggalkan negara tersebut pada hari yang sama setelah pertandingan berakhir.

Kebijakan ketat ini memicu kritik keras dari juru taktik Iran yang merasa timnya diperlakukan tidak adil dibandingkan dengan kontestan lainnya selama turnamen berlangsung.

"Paling tertindas," kata Amir Ghalenoei, Pelatih Tim Nasional Iran.

Gangguan mobilitas tersebut dinilai berdampak langsung pada performa di lapangan, termasuk saat Iran ditahan imbang 2-2 oleh Selandia Baru pada Senin lalu.

Oleh karena itu, pihak otoritas sepak bola Iran melayangkan protes resmi karena menganggap regulasi tersebut mencederai sportivitas.

"Federasi Sepak Bola Iran meyakini bahwa pembatasan ini tidak sejalan dengan prinsip penyediaan kondisi yang setara bagi tim-tim peserta dan dapat memengaruhi persiapan teknis mereka," bunyi pernyataan resmi Federasi Sepak Bola Iran.

>>> Jalur Sepeda di Palangka Raya Diapresiasi Pesepeda

Pihak manajemen tim menjelaskan bahwa pembatasan jadwal masuk wilayah AS telah merusak program latihan ideal yang telah dirancang sebelumnya oleh staf kepelatihan.

"Sesuai rencana staf pelatih, tim nasional perlu melakukan perjalanan ke kota tuan rumah dua hari sebelum setiap pertandingan guna mencapai kondisi teknis dan fisik yang optimal, kemudian kembali ke markas sehari setelah pertandingan," jelas Federasi Sepak Bola Iran.

Manajemen mengonfirmasi bahwa permohonan dispensasi jadwal perjalanan untuk pertandingan perdana grup tidak mendapatkan izin dari pihak berwenang.

"Namun, untuk pertandingan pembuka melawan Selandia Baru, permintaan tersebut tidak disetujui," lanjut Federasi Sepak Bola Iran.

Hingga saat ini, pihak FIFA maupun Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat belum memberikan respons resmi terkait keberatan yang diajukan.

>>> Fayzullaev, Pencetak Gol Bersejarah Uzbekistan yang Tolak Julukan Messi Baru

Iran dijadwalkan menantang Belgia pada 21 Juni di Los Angeles sebelum menghadapi Mesir pada 27 Juni di Seattle dalam lanjutan laga Grup G.