Dokter Spesialis Anak Subspesialis Nefrologi Rumah Sakit Pondok Indah, dr. Henny Adriani Puspitasari, mengingatkan bahwa bayi yang lahir prematur memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan ginjal.

Hal ini disebabkan proses pembentukan ginjal yang belum sempurna saat kelahiran. Ginjal mulai terbentuk sejak usia kehamilan delapan minggu hingga 36 minggu.

in1

>>> Persija Jakarta Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru, Target Juara Musim 2026/2027

"Kita tahu bahwa ginjal itu juga terbentuk ada masanya.

Dia terbentuk dari usia delapan minggu sampai 36 minggu kehamilan," kata Henny dalam diskusi kesehatan ginjal di Jakarta, Jumat.

Menurut dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu, kemajuan layanan kesehatan membuat semakin banyak bayi prematur dan bayi dengan berat badan lahir rendah dapat bertahan hidup hingga dewasa.

Namun, kondisi tersebut juga menuntut perhatian lebih terhadap kesehatan ginjal mereka dalam jangka panjang.

Ia menjelaskan bahwa pembentukan ginjal berlangsung selama masa kehamilan dan akan selesai mendekati usia kehamilan 36 minggu.

Bayi yang lahir sebelum usia tersebut berpotensi memiliki perkembangan ginjal yang belum optimal.

>>> Kepala BNPB Turun Langsung ke Lokasi Gempa Sulteng, Bantuan Disalurkan

"Nah, kalau dia prematur berarti fungsi ginjalnya belum selesai pembentukannya," ujarnya.

Ginjal tersusun atas jutaan nefron yang berfungsi menyaring darah dan membuang zat sisa dari tubuh. Bayi prematur berisiko memiliki jumlah nefron lebih sedikit dibandingkan bayi cukup bulan.

Kondisi ini dapat membuat ginjal bekerja lebih berat sepanjang hidup dan meningkatkan risiko tekanan darah tinggi serta penyakit ginjal kronik di usia lanjut.

Selain bayi prematur, bayi dengan berat badan lahir rendah juga perlu pemantauan kesehatan lebih cermat karena memiliki faktor risiko serupa terhadap gangguan ginjal.

Dokter yang tergabung dalam Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) itu mengimbau orang tua rutin memantau tumbuh kembang anak dan melakukan pemeriksaan kesehatan berkala, terutama jika anak memiliki riwayat lahir prematur atau berat badan lahir rendah.

Deteksi dini penting karena penyakit ginjal pada anak sering kali tidak menimbulkan gejala khas pada tahap awal.

>>> Suporter Meksiko dan Korea Selatan Tunjukkan Kehangatan di Piala Dunia 2026

"Anak-anak dengan faktor risiko perlu dipantau lebih awal agar jika ada gangguan fungsi ginjal dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin," kata Henny.