Penyakit ginjal kronis (CKD) menjadi ancaman serius karena sering berkembang tanpa gejala pada stadium awal. Kondisi ini menyebabkan banyak pasien terlambat mendapatkan penanganan medis.

Konsultan Ahli Nefrologi dan Dokter Transplantasi Ginjal di Sunway Medical Centre (SMC) Malaysia, Dr Rosnawati Yahya, mengungkapkan bahwa tiga stadium pertama CKD biasanya tidak menunjukkan tanda-tanda yang jelas.

>>> DPR Sinyal Revisi Formula Perhitungan Lifting Minyak Nasional

"Jika Anda menunggu gejala, Anda sudah terlambat," tegasnya.

Gejala awal sering diabaikan karena mirip dengan kelelahan biasa atau stres.

Hal ini terutama terjadi pada wanita, yang memiliki massa otot lebih sedikit sehingga penanda kreatinin darah kerap menipu.

Dr Rosnawati menjelaskan bahwa wanita sering menganggap gejala tersebut sebagai hal biasa, seperti stres, penuaan, atau perubahan hormon, bukan sebagai tanda penyakit ginjal.

Faktor Pemicu dan Deteksi Dini

Faktor pemicu utama kerusakan ginjal didominasi masalah metabolik.

>>> Harga Emas Antam 18 Juni 2026 Turun Rp 30.000 Per Gram

Data Registri Dialisis dan Transplantasi Malaysia mencatat diabetes menyumbang 56 persen kasus gagal ginjal, sementara hipertensi sebesar 30 persen.

Deteksi dini melalui tes darah, tekanan darah, dan pemeriksaan urine sangat disarankan. "Protein dalam urine adalah salah satu tanda awal kerusakan ginjal.

Deteksi dini mengubah segalanya karena ada banyak pilihan pengobatan yang tersedia," ujar Dr Rosnawati.

Upaya menekan laju penurunan fungsi ginjal menjadi krusial agar pasien tidak perlu menjalani cuci darah.

>>> IHSG Anjlok ke 6.191, Saham RONY Justru Mentok ARA

"Jika kita dapat mengurangi penurunan fungsi ginjal dari 10 persen per tahun menjadi hanya 2 persen, banyak pasien mungkin tidak akan pernah membutuhkan dialisis," pungkasnya.