BPJS Kesehatan mengimbau seluruh peserta untuk melakukan skrining riwayat kesehatan pada tahun 2026. Langkah ini bertujuan mendeteksi dini risiko penyakit tidak menular sebelum berkembang menjadi kondisi kronis.

Program skrining difokuskan pada empat penyakit kronis dengan prevalensi tertinggi di Indonesia, yaitu diabetes melitus, hipertensi, ginjal kronis, dan penyakit jantung koroner.

>>> Selandia Baru Hadapi Iran pada Laga Pembuka Piala Dunia 2026

Deteksi dini diharapkan dapat meningkatkan angka harapan hidup dan menghemat biaya pengobatan jangka panjang.

Manfaat Skrining bagi Peserta

Peserta dapat mengidentifikasi risiko sejak dini meskipun belum merasakan gejala fisik. Hal ini menciptakan efisiensi pengeluaran medis dengan menghindari biaya pengobatan akibat komplikasi berat di masa depan.

Program ini juga mengoptimalkan layanan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) seperti puskesmas atau klinik dalam memberikan rujukan yang akurat.

Hasil pemeriksaan memberikan edukasi gaya hidup agar peserta dapat menyesuaikan pola makan dan aktivitas fisik sesuai profil risiko.

Syarat Melakukan Skrining

Peserta harus memiliki status kepesertaan aktif dalam program JKN-KIS tanpa tunggakan iuran. Layanan skrining diperuntukkan bagi peserta yang telah berusia 15 tahun ke atas.

Frekuensi layanan dibatasi minimal satu kali dalam satu tahun kalender, yaitu periode 1 Januari hingga 31 Desember.

>>> PT KAI Commuter Operasikan 15 Perjalanan KRL Jogja-Solo Hari Ini, Tarif Rp8.000

Peserta wajib mengisi kuesioner dengan jujur mengenai riwayat kesehatan keluarga dan pola hidup untuk akurasi medis.

Panduan Skrining melalui Aplikasi Mobile JKN

Peserta dapat melakukan skrining mandiri melalui aplikasi Mobile JKN tanpa harus mengantre di fasilitas kesehatan.

Langkah pertama adalah login menggunakan nomor kartu BPJS atau NIK serta kata sandi terdaftar.

Setelah masuk, pilih menu "Skrining Riwayat Kesehatan" dan verifikasi profil. Selanjutnya, isi kuesioner tentang kebiasaan makan, aktivitas fisik, riwayat penyakit keluarga, dan kondisi kesehatan saat ini.

Sistem akan menganalisis hasil dan menampilkan kategori risiko rendah, sedang, atau tinggi.

>>> Uruguay Hadapi Arab Saudi di Laga Pembuka Grup H Piala Dunia 2026

Jika hasil menunjukkan risiko sedang atau tinggi, peserta disarankan segera mengunjungi FKTP terdaftar untuk pemeriksaan fisik lanjutan seperti pengecekan gula darah atau tekanan darah.