Harga minyak dunia anjlok hampir 5 persen pada perdagangan Senin (15/6/2026) waktu setempat. Penurunan ini membawa harga ke level terendah dalam tiga bulan terakhir.

Pemicu utama adalah pengumuman kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz.

>>> IPO SpaceX Cetak Miliarder Baru dari Mantan Tukang Las

Jalur strategis itu melintasi sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas alam cair dunia.

Berdasarkan data Investor Daily, harga minyak Brent ditutup melemah US$ 4,16 atau 4,76 persen ke US$ 83,17 per barel.

Minyak mentah West Texas Intermediate AS juga anjlok US$ 4,13 atau 4,87 persen menjadi US$ 80,75 per barel.

Kemerosotan ini menghapus premi risiko geopolitik yang terbentuk selama konflik kedua negara.

Pejabat AS menyatakan nota kesepahaman telah ditandatangani oleh Presiden Donald Trump, Wakil Presiden JD Vance, dan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf.

Seremoni resmi dijadwalkan di Jenewa, Swiss, pada Jumat mendatang. Kantor berita Mehr melaporkan rancangan kesepakatan memuat pembukaan Selat Hormuz dalam kurun waktu 30 hari.

Senior Vice President Trading Bok Financial, Dennis Kissler, menilai aksi jual saat ini wajar.

"Dengan potensi tambahan pasokan minyak yang cukup besar ke pasar, aksi jual saat ini terlihat wajar," ujarnya.

Perusahaan minyak nasional Iran langsung memangkas harga jual resmi minyak mentah ringan untuk pasar Asia.

>>> Promo Hypermart 24-27 April 2026: Salmon, Nanas, dan Daging Lebih Murah

Premi ditetapkan US$ 7,15 per barel di atas rata-rata Oman/Dubai untuk pengiriman Juli.

Citigroup merevisi proyeksi rata-rata harga Brent kuartal III dan IV 2026 masing-masing menjadi US$ 75 dan US$ 70 per barel.