PT Elnusa Tbk (ELSA) mengambil peran strategis dalam Proyek Seismik Offshore 3D Kandawulo di perairan Selat Makassar.

Proyek ini digarap pada Kamis (19/6/2026) sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan energi nasional.

>>> Bank Indonesia Naikkan BI Rate Jadi 5,75 Persen, Respons Ketidakpastian Global

Keterlibatan Elnusa bertujuan mempercepat identifikasi potensi cadangan minyak dan gas bumi (migas) baru. Perusahaan menyediakan data bawah permukaan berkualitas tinggi untuk mendukung eksplorasi.

Dilansir dari Investor Daily, proyek survei seismik laut dalam ini memiliki kompleksitas tinggi.

Area operasionalnya mencakup sekitar 2.500 kilometer persegi dengan kedalaman laut mencapai 900 hingga 2.000 meter.

Elnusa menerapkan teknologi akuisisi data seismik broadband melalui metode Marine Streamer. Teknologi ini menghasilkan pencitraan beresolusi tinggi untuk mengurangi ketidakpastian eksplorasi.

Perusahaan juga menggunakan konfigurasi slanted tow demi memperoleh data dengan signal-to-noise ratio yang lebih baik. Langkah ini mencerminkan transformasi Elnusa dalam memperkuat peran operasional di wilayah frontier.

>>> Jhonlin Group Gelar Seminar Tuberkulosis untuk Tingkatkan Kesadaran Karyawan

“Melalui pemanfaatan teknologi seismik broadband dan kapabilitas operasional offshore yang semakin kuat, Elnusa tidak hanya menghadirkan data berkualitas tinggi bagi pelanggan, tetapi juga turut berkontribusi dalam membuka peluang penemuan cadangan migas baru,” ujar Andri Haribowo, Direktur Operasi Elnusa.

Ia menambahkan, proyek Kandawulo menunjukkan bagaimana teknologi dan inovasi dapat menjadi enabler utama dalam mendukung target peningkatan produksi migas nasional.

Hal ini penting untuk menjaga keberlanjutan pasokan energi Indonesia.

Dalam pelaksanaan proyek ini, Elnusa bekerja sama dengan PT COSL Indo yang bertindak sebagai penyedia kapal dan peralatan seismik.

>>> Chery Indonesia Rilis Teknologi Super Hybrid untuk Tekan Biaya Transportasi

Elnusa memegang kendali pada pengelolaan perizinan, pengkondisian wilayah, serta dukungan operasional akuisisi data.