Harga minyak dunia mengalami penurunan tajam pada perdagangan Kamis (18/6/2026) setelah Amerika Serikat dan Iran menyepakati perjanjian damai sementara.

PT Pertamina Patra Niaga langsung merespons dengan kesiapan mengevaluasi tarif BBM nonsubsidi secara berkala.

>>> Ramalan Zodiak Cinta: Evaluasi Hubungan Asmara untuk Setiap Zodiak

Penurunan komoditas global tersebut melonggarkan tekanan pasar.

Harga minyak Brent merosot ke level 78,66 dolar AS per barel dan West Texas Intermediate (WTI) AS melemah ke posisi 75,81 dolar AS per barel.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menjelaskan mekanisme penyesuaian tarif dilakukan setiap bulan dengan mengikuti regulasi yang berlaku.

"Pada prinsipnya, harga BBM non subsidi dilakukan evaluasi secara berkala setiap bulan sesuai perkembangan parameter keekonomian.

Namun demikian, implementasinya tetap memperhatikan kebijakan yang ditetapkan pemerintah," terang Roberth melalui keterangan tertulis, Kamis (18/6/2026).

Roberth menyatakan bahwa kebijakan harga Pertamax series yang berlaku per 10 Juni 2026 sudah mengacu pada mekanisme pasar.

>>> Kanada vs Qatar: Duel Krusial di Matchday Kedua Grup B Piala Dunia 2026

Sebelumnya, harga sempat ditahan demi menjaga stabilitas di tengah ketegangan geopolitik.

Ia menambahkan bahwa kenaikan harga Pertamax yang diterapkan baru memenuhi setengah dari total selisih harga pasar keekonomian.

Hal ini dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat dan daya saing di ASEAN.

Di sisi lain, kebijakan harga untuk produk BBM bersubsidi dipastikan tidak berubah meskipun kondisi pasar global terus bergerak dinamis.

"Pertamina Patra Niaga terus berkomitmen menjalankan penugasan pemerintah sekaligus menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat," tutup Roberth.

Melalui kebijakan penyesuaian per 10 Juni 2026 yang menjadi koreksi pertama sejak akhir Februari 2026, harga Pertamax (RON 92) kini berada di angka Rp16.250 per liter dari sebelumnya Rp12.300 per liter.

>>> Trump: Tanpa Kesepakatan Damai, Iran Bisa Dibombardir Hingga Dua Tahun

Sementara itu, Pertamax Green 95 naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter. Tarif BBM bersubsidi jenis Pertalite dan Biosolar dipastikan tetap.