Pertamina Patra Niaga resmi menyesuaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax per 10 Juni 2026.

Harga baru ditetapkan sebesar Rp16.250 per liter, naik dari sebelumnya Rp12.300 per liter.

>>> Cek Status BLT Kesra 2026 Lewat Ponsel, Begini Caranya

Kebijakan ini diambil dengan mengacu pada mekanisme harga pasar sesuai formula ketentuan pemerintah.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun menjelaskan bahwa Pertamax series merupakan komoditas non subsidi yang harga jualnya fluktuatif mengikuti parameter pasar.

Sementara itu, harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar tidak mengalami perubahan.

"BBM non subsidi seperti Pertamax series merupakan produk yang harga jualnya disesuaikan dengan perkembangan kondisi pasar dan faktor-faktor ekonomi yang memengaruhi biaya pengadaan energi," ujar Roberth dalam keterangannya, Kamis (18/6/2026).

Evaluasi harga BBM nonsubsidi dilakukan secara berkala setiap bulan. "Pada prinsipnya, harga BBM non subsidi dilakukan evaluasi secara berkala setiap bulan sesuai perkembangan parameter keekonomian.

Namun demikian, implementasinya tetap memperhatikan kebijakan yang ditetapkan pemerintah," jelas Roberth.

>>> Roberto Martinez Soroti Hilangnya Variasi Serangan Portugal Usai Ditahan Kongo

Kenaikan harga minyak dunia dipicu oleh memanasnya situasi geopolitik di Timur Tengah sejak akhir Februari 2026.

Pemerintah sebelumnya berupaya menstabilkan harga Pertamax series, namun penyesuaian pada Juni 2026 terpaksa diambil dengan mempertimbangkan pasar internasional dan daya beli domestik.

Penetapan harga baru ini hanya mengambil 50 persen dari total selisih harga pasar yang sebenarnya.

Dengan formula tersebut, harga Pertamax dinilai tetap kompetitif dibandingkan harga BBM sejenis di negara-negara ASEAN.

Roberth menambahkan, "Kami terus berkomitmen menjalankan penugasan pemerintah sekaligus menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat.

>>> Jadwal Mega Bollywood Paling Yahud 19 - 21 Juni 2026

Kami mengajak masyarakat untuk memperoleh informasi dari kanal resmi pemerintah dan Pertamina agar mendapatkan informasi yang utuh dan akurat."