Pertamina Patra Niaga Genjot Kenyamanan dan Kualitas Layanan SPBU
PT Pertamina Patra Niaga terus berupaya meningkatkan kenyamanan dan kualitas layanan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora mengatakan pihaknya melakukan berbagai upaya, mulai dari pembenahan fasilitas SPBU, penguatan pengawasan kualitas BBM, hingga peningkatan kenyamanan pelanggan.
>>> Rekor 3.623 Pendaki Terjebak di Pegunungan Jepang Sepanjang 2025
Menurut dia, peningkatan kualitas layanan dan produk menjadi komitmen perusahaan untuk menghadirkan pengalaman terbaik bagi pelanggan.
"Kami terus berupaya menghadirkan layanan yang semakin baik bagi masyarakat. Melalui program retail make over (RMO), kami meningkatkan fasilitas SPBU agar lebih nyaman dan modern.
Di saat yang sama, kami juga memastikan kualitas produk tetap terjaga sehingga masyarakat dapat bertransaksi dengan aman dan nyaman," ujar Kitty.
Program Retail Make Over dan Jaminan Kualitas BBM
Sejak 2023, Pertamina Patra Niaga telah melakukan RMO di 1.920 SPBU di berbagai wilayah Indonesia.
>>> Perjalanan Cinta Asnawi Mangkualam dan Yuriska Patricia Berujung Lamaran Romantis di Bali
Program ini menghadirkan pembaruan fasilitas dan peningkatan kenyamanan layanan untuk memberikan pengalaman yang lebih baik bagi pelanggan.
Selain peningkatan layanan, Pertamina Patra Niaga juga memastikan kualitas BBM nonsubsidi, yakni Pertamax, tetap sesuai spesifikasi yang ditetapkan pemerintah dengan angka oktan atau research octane number (RON) sebesar 92.
Kualitas produk diawasi secara berkala mulai dari terminal, proses distribusi, hingga diterima masyarakat di SPBU.
Mengenai informasi harga eceran BBM nonsubsidi, Kitty menegaskan bahwa penetapan harga dilakukan sesuai formula yang ditetapkan pemerintah dan mengikuti perkembangan harga pasar.
>>> Marcell Siahaan Sosialisasikan Hak Cipta Musik dan Lagu di Riau
"Evaluasi harga secara normal dilakukan setiap bulan, kecuali terdapat kebijakan lain yang ditetapkan pemerintah," jelasnya.
Update Terbaru
Lenovo Terbitkan Obligasi Konversi Rp35 Triliun untuk Refinancing Utang
Kamis / 18-06-2026, 16:44 WIB
HIPMI Jakarta Selatan Sukses Gelar Musawarah Fest, Perkuat UMKM
Kamis / 18-06-2026, 16:44 WIB
IADO Awasi Seleksi Nasional Angkat Besi Menuju Asian Games 2026
Kamis / 18-06-2026, 16:44 WIB
PBB: Jumlah Anak Korban Konflik 2025 Capai Rekor Tertinggi
Kamis / 18-06-2026, 16:44 WIB
Ekonom: Kopdes Harus Salurkan Pinjaman Cepat untuk Saingi Rentenir
Kamis / 18-06-2026, 16:44 WIB
UMSU dan UniSZA Malaysia Jalin Kerja Sama Internasional
Kamis / 18-06-2026, 16:44 WIB
Bioskop Trans TV Tayangkan Film Pixels Malam Ini
Kamis / 18-06-2026, 16:44 WIB
Kenaikan BI Rate Berpotensi Dongkrak Yield Obligasi Pemerintah dan Korporasi
Kamis / 18-06-2026, 16:44 WIB
Stuffcool Nido: Powerbank 10.000mAh dengan Sertifikasi Qi2.2 dan Kabel USB-C Bawaan
Kamis / 18-06-2026, 16:41 WIB
Amazon Prime Day 2026 di India Digelar 4-6 Juli
Kamis / 18-06-2026, 16:41 WIB
Lima Wisatawan Tersengat Ubur-Ubur Beracun di Pantai Sepanjang Gunungkidul
Kamis / 18-06-2026, 16:40 WIB
Kemenag Gelar Gerakan Verifikasi Arah Kiblat Nasional Juli 2026
Kamis / 18-06-2026, 16:40 WIB
Rupiah Melemah ke Rp17.794 per Dolar AS Jelang Sentimen Ekonomi
Kamis / 18-06-2026, 16:40 WIB
Rupiah Melemah ke Rp 17.794 per Dolar AS pada Penutupan Perdagangan
Kamis / 18-06-2026, 16:40 WIB






