Kementerian Agama (Kemenag) menggelar gerakan nasional verifikasi arah kiblat bertajuk Gerakan 1.448.000 Titik Verifikasi Arah Kiblat Nasional: Hari Sejuta Arah Kiblat.

Aksi serentak ini dilaksanakan di seluruh Indonesia pada 15 dan 16 Juli 2026.

>>> Rupiah Melemah ke Rp17.794 per Dolar AS Jelang Sentimen Ekonomi

Gerakan ini memanfaatkan fenomena astronomi Istiwa A’zam atau Rashdul Kiblat, saat matahari berada tepat di atas Ka'bah.

Pada momen tersebut, bayangan benda tegak lurus akan menunjukkan arah kiblat secara akurat.

Kasubdit Hisab Rukyat dan Syariah Kemenag, Ismail Fahmi, menjelaskan waktu pengamatan: 15 Juli 2026 pukul 16.27 WIB, 17.27 WITA, dan 18.27 WIT, serta 16 Juli 2026 pada jam yang sama.

Masyarakat cukup menyiapkan tongkat atau benda tegak lurus di tempat terbuka yang terkena sinar matahari langsung. Arah bayangan yang terbentuk berlawanan dengan arah kiblat.

>>> Rupiah Melemah ke Rp 17.794 per Dolar AS pada Penutupan Perdagangan

Target Partisipasi dan Literasi Ilmu Falak

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, Arsad Hidayat, menyatakan gerakan ini bertujuan memperluas literasi ilmu falak dan memastikan ketepatan arah kiblat.

Target partisipasi minimal 1.448.000 orang, disesuaikan dengan tahun 1448 Hijriah.

Kegiatan ini terbuka bagi penghulu, penyuluh agama Islam, pengurus masjid, pondok pesantren, madrasah, sekolah, perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan Islam, dan masyarakat umum.

>>> Gubernur Banten Minta Dunia Usaha Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal

Pendaftaran dapat dilakukan melalui tautan resmi Kemenag pada program Gerakan Nasional 1.448K Rashdul Qiblat untuk informasi teknis pelaksanaan.